Articles
Dampak Cyberbullying terhadap Risiko Bunuh Diri pada Remaja: Narrative Review
Kurniawan, Kurniawan;
Yosep, Iyus;
Khoirunnisa, Khoirunnisa;
Mardhiyah, Ai;
Fitriani, Nurlaila
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2012
Latar Belakang: Komunikasi tanpa pengawasan dalam lingkup sosial akan menyebabkan berbagai macam penyimpangan, seperti cyberbullying. Banyak remaja mempunyai pengalaman sebagai korban cyberbullying hingga terjadinya resiko keinginan untuk bunuh diri. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan dampak cyberbullying terhadap resiko bunuh diri pada remaja. Metode: studi ini menggunakan pendekatan narrative review, dengan menggunakan framework PCC. Pencarian artikel menggunakan database EbscoHost, PubMed, dan Search engine Google Scholar, dengan kata kunci menggunakan boolean operators, yaitu “adolescents” OR “teenagers” OR “young adults” AND “cyberbullying” AND “social media” AND “suicidal ideation” OR “suicidal thoughts” OR “suicide”. Kriteria inklusi yang diterapkan meliputi populasi usia remaja, publikasi artikel 2012-2022, Full-text, Bahasa inggris atau Indonesia. Studi dieksklusi jika topik tidak membahas cyberbullying dan kategori usia dewasa. Hasil: Enam studi yang dianalisis, ditemukan bahwa pada remaja yang mengalami cyberbullying dapat berdampak pada kejadian bunuh diri. Kaitan antara cyberbullying dengan kejadian resiko bunuh diri lebih tinggi terjadi pada siswa perempuan, dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti keterhubungan sekolah, kecerdasan emosional yang rendah, dan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi alkohol dan merokok. Kesimpulan: Temuan kami menyoroti bahwa cyberbullying adalah masalah sosial yang ada di seluruh dunia. Hasil temuan narrative review ini menunjukkan bahwa pengaruh cyberbullying berdampak terhadap kejadian perilaku bunuh diri pada remaja
PERTUMBUHAN DAN HASIL RIMPANG TANAMAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria Rosc.) PADA INTERVAL PENYIRAMAN DAN KOMBINASI PUPUK ORGANIK DENGAN NPK MUTIARA
Tambing, Yohanis;
Sari, Indah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i4.2145
Beberapa tahun terakhir ini, masyarakat cenderung memakai obattradisional sebagai salah satu alternatif. Salah satu diantaranya adalah jamu yang berbahan baku dari kunyit(Curcuma zedoaria Rosc). Penelitian bertujuan mengetahui respons pertumbuhan dan hasil rimpang kunyit putih terhadap interval penyiraman dan kombinasi pemupukan. Penelitian dilaksanakan bulan JunihinggaNovember 2019 di Lahan Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian didesain menurut rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah interval penyiraman, terdiri dari 2 taraf yaitu penyiraman setiap 2 hari (A1) dan penyiraman setiap 4 hari (A2). Faktor kedua adalah kombinasi pupuk organik dengan NPK mutiara, terdiri dari 8 macam yaitu: Kontrol (M1), Pupuk Kandang (M2), Pupuk Kandang+Jerami Padi (M3), Jerami Padi (M4), NPK (M5), Pupuk Kandang+NPK (M6), Pupuk Kandang+Jerami Padi+NPK (M7), dan Jerami Padi+NPK (M8); Kombinasi perlakuan terdapat 16 unit dan diulang 3 kali sehingga totalnya menjadi 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara interval penyiraman dengan kombinasi pemupukan (AxM). Interval penyiraman setiap 2 hari (A1) memberikan bobot segar dan bobot kering rimpang lebih tinggi dibanding interval penyiraman setiap 4 hari (A2). Kombinasi pupuk kandang+jerami+NPK (M7) juga memberikan pertumbuhan tanaman lebih baik(tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot segardan bobot kering tajuk tanaman) lebih tinggi dibanding perlakuan kombinasi pemupukan lainnya.
PEDAMPINGAN PENERBITAN IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL
Eta Mirlana, Dendy;
Sunarso, Sunarso;
Abdul Halim;
Raka Putra;
Aulia Zalzabela Widyaningsih;
Uswatun Khasanah
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3547
Kegiatan pendamping penerbitan Identitas Kependudukan Digital (IKD) / Digital ID, adalah hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masayarakat Prodi Ilmu Administrasi Negara Universitas Merdeka (Unmer) Malang PDKU Ponorogo bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo sebagai mitra pelaksana kegiatan pada tahun 2023. Tim pengabdi mendatangkan petugas pelayanan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo untuk memberikan pendampingan pengaktivasian Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada civitas akademika Unmer Malang PDKU Ponorogo, guru dan pegawai tata usaha SMA Merdeka Ponorogo. Selain itu, program kegiatan ini juga untuk mensosialisasikan gerakan sadar dan tertib administrasi kependudukan dan pencatatan sipil pada seluruh masyarakat Ponorogo. Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) ini adalah inovasi baru dalam bidang administrasi kependudukan. Dimana IKD ini mulai diterapkan untuk masyarakat umum sejak awal 2023, yang sebelumnya telah diujicobakan kepada pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota, untuk mengetahui kekurangan dan kelebihannya yang di laksanakan sekitar pertengahan tahun 2022, kemudian IKD ini akan diterapkan pegawai ASN seluruh Indonesia, dan selanjutnya di terapkan kepada mahasiswa, pelajar dan masyarakat. Dengan digitalisasi ini, harapannya pelayanan administrasi kependudukan menjadi lebih mudah, cepat, efisien dan efektif. Isi IKD ini adalah informasi elektronik yang dipergunakan untuk menyajikan Dokumen dan data Kependudukan pada aplikasi digital melalui smartphone yang menampilkannya data pribadi sebagai identitas penduduk yang bersangkutan.
ANALISIS PENERAPAN METODE EOQ PADA MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PASIR BESI DI PT.SEMEN BATURAJA
Adi Kurniawan, Vinsensius Galih;
Safaruddin, Safaruddin;
Furwanto, Edi
Journal Economics Technology And Entrepreneur Vol 1 No 04 (2022): ECOTECHNOPRENEUR : JOURNAL ECONOMICS, TECHNOLOGY AND ENTREPRENEUR
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/ecotechnopreneur.v1i04.468
Semen Baturaja (Persero) Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di sektor industri manufaktur. Proses pembuatan semen sendiri sebelum dijual dibagi menjadi 6 proses utama, yaitu penambangan batu kapur dan tanah liat, penghancuran, pencampuran material, pembakaran hingga menjadi clinker, penggilingan atau penghalusan dan terakhir adalah packing. Pada saat proses pengiriman bahan baku Pasir besi yang berasal dari luar daerah Palembang seperti daerah luar kota yaitu di daerah Lombok dan hal tersebut yang mendorong harus menggunakan jasa angkutan barang menggunakan kapal tongkang untuk mengirim barang ke Baturaja Sebanyak kurang lebih 7.500 ton pasir besi dalam sekali angkut menggunakan kapal tongkang, sebelum tiba di baturaja pasir besi tersebut akan tiba di pelabuhan pantai panjang yang selanjutnya akan diangkut kurang lebih 4000 ton pasir besi langsung menuju ke pabrik yang mana bahan baku tersebut akan di masukan ke dalam penyimpanan dan akan masuk ke dalam lantai produksi langsung. Dalam sehari pabrik memproduksi pasir besi kurang lebih 200-350 ton perhari. Di dapatkan permasalahan yang terjadi pada saat pengiriman bahan baku pasir besi salah satunya pada saat menggunakan kapal tongkang, pihak penyuplai tidak memiliki alat transportasi untuk mengirim bahan baku pasir besi situasi tersebut yang mendorong untuk mendapatkan alat trasportasi kapal tongkang menjadi tidak menentu selain permasalahan transportasi,permasalahan iklim yang tidak menentu juga harus diperhatikan, hal ini tidak dapat diramal dengan pasti. Maka dari itu dalam pengendalian pengadaan persediaan bahan baku pasir besi harus menentukan titik pemesanan kembali, stok pengaman, berapa jumlah yang harus dipesan karena jumlah barang yang terlalu banyak akan menyebabkan pemborosan dan menambah biaya untuk penyimpanan dan akan berpengaruh ke biaya persediaan namun jika terlalu sedikit produksi akan terhambat. Salah satu model persediaan yang paling banyak digunakan adalah model kuantitas pesanan ekonomis (Economic Order Quantity model). Metode EOQ berusaha mencapai tingkat persediaan seminimum mungkin, biaya rendah dan mutu yang lebih baik.
Implementasi Algoritma K-Nearest Neighbor Dalam Klasifikasi Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023
Safitri, Ira;
Satria, Ardika;
Badri, Rizty Maulida
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 2 (2024): Periode September 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/digitech.v4i2.4614
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan suatu daerah. IPM memiliki tiga dimensi penting seperti kesehatan, pengetahuan dan standar hidup yang layak. Dimensi kesehatan dapat diukur melalui angka harapan hidup saat lahir, sementara dimensi pengetahuan menggunakan kombinasi indikator harapan lama sekolah dan rata-rata tahun sekolah. Sedangkan dimensi standar hidup yang layak mengacu pada kemampuan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, dilihat dari rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan. Pada penelitian ini, IPM Tahun 2023 di Provinsi Sumatera Selatan diklasifikasikan menjadi 2 kategori yaitu IPM rendah (IPM < 70) dan IPM tinggi (IPM >70). Klasifikasi kategori IPM dilakukan menggunakan metode KNN dengan teknik validasi silang Leave-One-Out Cross Validation (LOOCV). Metode ini dilakukan dengan mencari k objek dalam data latih yang paling dekat dengan objek pada data uji. Penelitian ini memiliki tujuan agar mengetahui akurasi klasifikasi IPM dengan metode k-NN dengan nilai k sebesar 1, 3, dan 5. Berdasarkan hasil evaluasi model KNN menggunakan confusion matrix didapatkan nilai k = 1 dengan akurasi sebesar 88,89%, sedangkan k = 3 tingkat akurasi 83,33% kemudian nilai k = 5 didapatkan akurasi 77,78%. Hasil evaluasi model KNN didapatkan nilai k = 1 untuk mendapatkan klasifikasi data yang optimal dengan tingkat akurasi sebesar 88,89%.
KAJIAN TERHADAP EKSPLOITASI PEKERJA ANAK DI INDONESIA
Khotijah, Siti;
Airin, Bintang;
Thoriq, Asyrof
Dinamika Hukum & Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020): DINAMIKA HUKUM DAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.815 KB)
|
DOI: 10.30737/dhm.v3i1.3715
Abstrak: Permasalahan ketenagakerjaan yang ada di Indonesia akan bertambah dengan adanya pengeksploitasian dan keberadaan pekerja anak. Pekerja anak adalah sebuah istilah untuk mempekerjakan anak kecil. Istilah pekerja anak dapat memiliki konotasi pengeksploitasian anak kecil atas tenaga mereka, dengan gaji yang kecil atau pertimbangan bagi perkembangan kepribadian mereka, keamanannya, kesehatan, dan prospek masa depan. Kebanyakan dari para pekerja anak tidak sempat lagi menikmati masa bermain atau bersekolah sebagaimana anak-anak yang lain. Mereka yang belum cukup umur itu, bekerja keras layaknya orang dewasa, baik di sektor formal maupun informal. Upaya penyelamatan masa depan pekerja anak diperlukan model pemecahan yang bersifat holistik-komprehensif. Dari berbagai pendekatan yang bisa dilakukan, diantaranya melalui pendekatan yang bersifat client centered (berpusat pada klien/pekerja anak) yang merupakan pendekatan manajemen kasus. Kata kunci: Pekerja anak, Eksploitasi, dan Indonesia.
KAJIAN TERHADAP EKSPLOITASI PEKERJA ANAK DI INDONESIA
Khotijah, Siti;
Airin, Bintang;
Thoriq, Asyrof
Dinamika Hukum & Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): DINAMIKA HUKUM DAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.773 KB)
|
DOI: 10.30737/dhm.v3i2.3847
Abstrak: Permasalahan ketenagakerjaan yang ada di Indonesia akan bertambah dengan adanya pengeksploitasian dan keberadaan pekerja anak. Pekerja anak adalah sebuah istilah untuk mempekerjakan anak kecil. Istilah pekerja anak dapat memiliki konotasi pengeksploitasian anak kecil atas tenaga mereka, dengan gaji yang kecil atau pertimbangan bagi perkembangan kepribadian mereka, keamanannya, kesehatan, dan prospek masa depan. Kebanyakan dari para pekerja anak tidak sempat lagi menikmati masa bermain atau bersekolah sebagaimana anak-anak yang lain. Mereka yang belum cukup umur itu, bekerja keras layaknya orang dewasa, baik di sektor formal maupun informal. Upaya penyelamatan masa depan pekerja anak diperlukan model pemecahan yang bersifat holistik-komprehensif. Dari berbagai pendekatan yang bisa dilakukan, diantaranya melalui pendekatan yang bersifat client centered (berpusat pada klien/pekerja anak) yang merupakan pendekatan manajemen kasus. Kata kunci: Pekerja anak, Eksploitasi, dan Indonesia.
Strategi Menjadikan Indonesia Pemain Penting Dalam Perikanan Tuna Sirip Biru Selatan (Southern Bluefin Tuna, SBT)
Jaya, Indra
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 6 No 2 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/agro-maritim.0602.900-905
Perikanan Tuna Sirip Biru Selatan (TSBS) merupakan salah satu perikanan yang bernilai ekonomi tinggi sejak industri penangkapan ini dimulai pada tahun 1950-an sampai hari ini, dimana total nilai pasar perikanan TSBS yang didaratkan diperkirakan sekitar Rp4,5Trilliun. Diperkirakan perikanan TSBS akan terus meningkat seiring dengan suksesnya program pemulihan kembali stok TSBS ke tingkat yang berkelanjutan. Indonesia baru bergabung dalam keanggotaan CCSBT (Commission on Conservation of Southern Bluefin Tuna) pada tahun 2008, sehingga tidak terlibat sejak awal dalam menyusun Konvensi yang ada, termasuk dalam pengaturan dan penetapan awal kuota. Kenyataan ini dikemudian hari menyulitkan posisi Indonesia untuk mengembangkan perikanan TSBS. Sebagai negara pantai (Coastal State), Indonesia selayaknya mendapatkan manfaat lebih besar dari perikanan TSBS. Daerah pemijahan TSBS berada di sekitar perairan selatan Jawa dan Nusa Tenggara dan ketika tumbuh dan berkembang bermigrasi ke selatan hingga di pantai barat Australia. Dalam tulisan ini diusulkan beberapa strategi yang dapat ditempuh untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam perikanan TSBS. Disampaikan pula rekomendasi program jangka pendek dan jangka panjang untuk mencapai harapan yang dimaksud.
Partisipasi Aktif Indonesia di RFMO: Langkah Taktis dalam Akselerasi Modernisasi Pengelolaan Perikanan
Jaya, Indra
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 6 No 2 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/agro-maritim.0602.912-916
Indonesian fisheries management is still faced with various challenges to ensure its sustainability. For example, widespread IUU fishing, weak enforcement of fisheries regulations, inadequate monitoring and supervision capabilities, and compliance with fisheries laws, remain major problems, hampering fisheries management efforts. In this Policy Brief, 3 (three) recommendations are presented in the context of modernizing Indonesian fisheries management through Indonesia's active participation in the RFMO, namely: (1) To have political commitment at the highest level of government to ensure active participation in the RFMO; (2) To invest in building institutional capacity to effectively engage in RFMO activities; and (3) To allocate adequate financial, human and technical resources to support active participation in RFMO activities. RFMOs have made significant contributions to fisheries management over the years, so that Indonesia can learn from the fisheries management practices that have been developed and implemented by RFMOs. By adopting best practices from RFMO, Indonesia can accelerate the modernization of its fisheries management to increase the effectiveness of management efforts and ensure the sustainability of fisheries.
Analisis Keterlibatan Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
Fauziah, Nursifa;
Jannah, Hasbiya Miftahul;
Elifas, Leonardo;
Safitri, Nurrohmah;
Jaya, Indra
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2024): :Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/badaa.v6i1.1413
Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus harus terlibat dalam proses pendidikan anak mereka secara inklusif. Orang tua memiliki peran sebagai pembimbing utama anak-anak mereka yang mana partisipasi orang tua dapat membantu anak-anak belajar dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini berjenis studi literatur yang didapat melalui kajian literatur dari buku, jurnal, maupun artikel ilmiah. Hasil dari penelitian ini adalah keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak menunjukkan betapa pentingnya dorongan dan perkembangan anak dalam pendidikan. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan.