Articles
MODEL KONSELING TERSTRUKTUR DAN SMS GATEWAY DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGENDALIAN GULA DARAH DAN HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Sucipto, Adi;
Fadlilah, Siti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.37 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v4i2.117
Ketidakpatuhan terhadap penatalaksanaan pada pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 menyebabkan glukosa darah tidak terkontrol. Pemberian konselingdan sms gateway adalah salah satu cara untukmeningkatkan pengetahuan, sikap dan kepatuhan pasien.Penelitian inibertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian konseling DM dan sms gateway dalam meningkatkan kepatuhan dan pengendalian gula darah dan HbA1c pada pasien DM tipe 2.Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancanganpre dan post control group design yang dilakukan secara prospektifdi RSUD DrMoewardiSurakartaa dari bulan Maret-Mei2016. Sampel terdiri dari 44responden, dengan 22 kelompok intervensi dan 22 kelompok kontrol. Hasil pengukurandianalisis dengan menggunakan uji paired t test untuk kadar gula darah 2 jam post prandial (GDPP)dan HbA1c serta uji mac nemar untuk tingkat kepatuhan pasien.Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan kepatuhan sebelum dan setelah dilakukan konseling pada kelompok intervensi (pdiit= 0,001; p kontrol = 0,002; p pill count = 0,000; p GDPP=0,000; HbA1c = 0,007) dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada kelompok olahraga (p value = 0,549). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian konseling DM dan sms gateway sangat efektif dalam meningkatkan kepatuhan diit, kontrol, pill count,keterkendalian gula darah post prandial (GDPP), HbA1c dan tidak efektif dalam meningkatkan kepatuhan olahraga pasien.
Pengaruh Kombinasi Senam Hamil dan Senam Kegel Terhadap Lama Persalinan Kala II Pada Primigravida Di Wilayah Kerja Puskesamas Karang Pule Tahun 2017
aprianti, opiani;
Irmayani, Irmayani
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 2 (2018): MEI - AGUSTUS 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33476/jky.v26i2.417
Senam hamil merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan kesehatan selama kehamilan yang memberikan out come yang lebih baik dan onset persalinan yang lebih awal dan lama persalinan yang lebih singkat dibandingkan pada ibu hamil yang tidak melakukan senam hamil. Senam kegel juga berfokus pada otot pubococsigea di area perianal yaitu dengan otot dasar panggul kuat, maka pada proses persalinan dapat mempercepat proses pendorongan bayi, sehingga dapat membantu proses persalinan dan mempercepat, serta mencegah terjadinya kala II lama yang dapat menyebabkan komplikasi pada ibu. Berdasarkan data di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule diperoleh ibu yang melakukan senam hamil sebanyak 60 orang, 85% dengan persalinan normal dan 15% mengalami komplikasi. Komplikasi persalinan berupa kejadian partus lama yaitu 3,33%. Data tentang ibu hamil yang melakukan senam kegel dan hasil persalinan belum ada, karena belum pernah dilaksanakan.Untuk mengetahui pengaruh kombinasi senam hamil dan senam kegel terhadap lama persalinan kala II pada primigravida.Penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan Posttest-only group design with nonequivalent groups. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule yaitu 36 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan analisis Univariat yaitu mean rank tiap variabel. Analisis Bivariat dalam penelitian ini menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) dengan menguji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney.Menunjukkan rata-rata lama persalinan kala II pada kelompok senam kombinasi (senam hamil dan senam kegel) yaitu 12,56 menit dan rata-rata lama persalinan kala II pada kelompok senam yaitu 14,27 menit. Hasil uji statistik p value =0,616 atau p lebih besar dari a=0,05.Tidak ada pengaruh yang signifikan rata-rata lama persalinan kala II antara kelompok senam kombinasi (senam hamil dan senam kegel) dengan kelompok senam hamil pada primigravida di wilayah kerja Puskesmas Karang Pule tahun 2017
Pengaruh Medium Kultur Bebas Serum terhadap Perkembangan Preimplantasi Embrio Mencit in vitro
Eriani, Kartini;
Sunarti, Sunarti;
Nasir, M.;
Djuwita, I.
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 16, No 1 (2008): JANUARI - APRIL 2008
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.271 KB)
|
DOI: 10.33476/jky.v16i1.222
The use of serum in a culture medium is a common practice in the study of mouse embryo development in vitro. However, the role of unknown factors in serum influencing the embryo development has been difficult to determine. The aim of this study was to investigate the effect of amino acid in serum free medium on in vitro development of mouse embryo. This study was conducted in the following ways: (1) medium M16 supplemented with 0.3% BSA, (2) medium M16 supplemented with 2% v/v MEM, and (3) medium M16 supplemented with 2% v/v MEM and 0.1 mmol of glutamine. The embryos were collected in 3 stage of development: zygote (day-1), morula (day-3) and compacted morola (day-4). The results indicated that supplementation of amino acid into M16 culture medium could replace the role of BSA aims at supporting the developmental potency of mouse embryos in vitro.
PENINGKATAN HASIL SAYURAN LOKAL KABUPATEN LUMAJANG DI LAHAN TERBATAS
Furoidah, Nanik;
Sri Wahyuni, Endang
JURNAL AGRI-TEK Vol 17, No 2 (2016): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : JURNAL AGRI-TEK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.787 KB)
The purpose long-term research is to provide information to the public about nutrition concentration ready-made efficient for optimal growth on different varieties of lettuce in particular and as a solution to the community Lumajang in utilizing the space around their home for growing hydroponically, in particular vegetable plants as efforts to improve the lives and well-being through nutrition families. The study began with the seeding of lettuce on rockwool, and then seedlings have emerged at least three leaves grown in netpot and placed on the shelf hydroponics with fertigation techniques, where the results can be harvested 45 days after planting (DAP). Lettuce vegetable farming with hydroponics technique is a kind of research and development in terms of cultivation techniques. Analysis of the data in this study using a completely randomized design (CRD) with factorial pattern 3x3 consisting of the first factor, namely the treatment nutrient concentrations AB mix of 350 ppm, 450 ppm and 550 ppm, and the second factor is the treatment sorts of varieties of lettuce consists of varieties of Butterhead, Grand Rapid and General. The growth parameters were observed: plant height, leaf number, root length, fresh weight and dry weight of plants. The results showed that the treatment concentration of 550 ppm provides the best growth response in plants lettuce, especially General varieties and followed Grand Rapid and Butterhead varietiesKeywords: hydroponics, nutrient AB mix concentrations, lettuce varieties
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS
Salam, Rudi
Harmony Vol 2 No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.619 KB)
Learning is successful when students are able to understand what they have learned. Before the teacher carries out the lesson, the teacher should plan the learning activities. One of them, the teacher must determine the appropriate learning model. Choosing the right learning model can make it easier for students to understand the subject matter. Learning social inquiry model can be developed by the teacher to proceed optimally and become an alternative IPS learning model that students are interested in.
Pembelajaran dikatakan berhasil apabila siswa mampu memahami apa yang telah dipelajarinya. Sebelum guru melaksanakan pembelajaran, guru harus menyusun rencana kegiatan pembelajaran. Salah satunya, guru harus menentukan model pembelajaran yang tepat. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dapat mempermudah siswa memahami materi pelajaran. Model pembelajaran inkuiri sosial dapat dikembangkan oleh pihak guru agar berjalan secara optimal dan menjadi alternatif model pembelajaran IPS yang diminati siswa.
ANALISIS KOLEKTOR SEDERHANA BERGELOMBANG DENGAN PENAMBAHAN REFLEKTOR TERHADAP KINERJA SOLAR WATER HEATER
Sutrisno, Sutrisno;
Mustafa, Mustafa
JURNAL AGRI-TEK Vol 15, No 2 (2014): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : JURNAL AGRI-TEK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.413 KB)
Utilization of solar energy has grown rapidly. In this regard has been much research done to obtain maximum results and effective. In this study developed with the addition feflektor corrugated collector. Serves as a heat reflector enhancer on the plate with reflected light, it is intended to add to the heat received by the plate. This research method is done by experiments using two (2) pieces of corrugated plates and PVC plates with the addition of a glass reflector taste, so it can produce more heat. Reflector serves reflect sunlight towards the plate absorber so that more effective heat absorption and maximum. The study concluded that the addition of reflectors make better absorption.Keyword: solar water heater, PVC plate, reflector.
Indeks Luas Daun Berbagai Umur Dan Jumlah Bibit Tanaman Padi (oriza sativa. L) Dalam Optimalisasi Jumlah Anakan
Gamawati Adinurani, Praptiningsih;
Rahayu, Sri;
Santoso, Teguh
JURNAL AGRI-TEK Vol 18, No 2 (2017): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : JURNAL AGRI-TEK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.841 KB)
Seedlings that are less appropriate at the time of planting move will affect the stagnation of growth and impact on the preparation of leaf chlorophyll for photosynthesis. The purpose of research to determine the number of tillers at leaf area index of various ages of move planting and the number of seedlings per plant (Oryza sativa L). The study used a split-plot design. The main plot was the number of seedlings per plant (1, 3, 5), sub-plot was seed age factor (dry seedlings 15 HSS, dried seedlings 18 HSS, wet seedlings 20 HSS and wet seedling 24 HSS). The result of a study showed that various of seed age were significantly different on leaf area but not significantly different on leaf area index. The number of seedling per plant were significantly different on leaf area and leaf area index. Average of plant height of wet seedling (96.71 cm) more high than dry seedlings (87.27 cm) but the increasing of plant height of dry seedlings (68.24 %) more than wet seedlings (57.29 %). There was significant interaction between various age of move planting and number of seedling at number of tillersKeywords: chlorophyl, rice, seed number per plant, seedling age, dry seedlings, wet seedlings
PENINGKATAN PERANAN KELUARGA DALAM PENANGANAN MASALAH BALITA GIZI KURANG DI KELURAHAN MALEER KECAMATAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG
Supriyadi, Didi
Pekerjaan Sosial Vol 12, No 1 (2013): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.124 KB)
|
DOI: 10.31595/peksos.v12i1.21
Abstract This research of the improvement to the role of the family in an effort the handling of the problem less nutrition’s toddlers in Kelurahan Maleer Kecamatan Batununggal Kota Bandung. Type of research design is taken from an action research. The purpose of use of action research is to develop the most efficient method in an effort to strengthen the role of families in tackle the problem of less nutrition's toddlers. Sources of data obtained by the authors in the research through observation, interviews, documentation studies and participatory assessment techniques in order to obtain design models increased role of the family in the treatment of less nutrition toddlers. Then the data was analyzed qualitatively. The results showed that the implementation of the model increased the role of the family in the treatment of less nutrition toddlers include increased understanding of the role of the family in the treatment of less nutrition toddlers and family relationship development with source systems have a positive impact in increasing the role of the family. However, efforts to improve the model by increasing capacity posyandu in providing support to the family of children through training and mentoring as well as maintaining relationships with the source system must be improved. Keywords: role of the family, toddlers, nutrition, family, malnutrition toddlers Abstrak Penelitian ini tentang upaya meningkatkan peranan keluarga dalam penanganan masalah balita gizi kurang di Kelurahan Maleer Kecamatan Batununggal Kota Bandung. Jenis desain penelitian yang diambil adalah action research atau penelitian tindakan. Adapun tujuan penggunaan action research adalah mengembangkan metode yang paling efisien dalam upaya memperkuat peranan keluarga dalam penanggulangan masalah balita gizi kurang. Sumber data dalam penelitian diperoleh penulis melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi dan teknik asesmen partisipatif guna memperoleh rancangan model peningkatan peranan keluarga dalam penanganan balita gizi kurang. Kemudian data dianalisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi model peningkatan peranan keluarga dalam penanganan balita gizi kurang berupa peningkatan pemahaman tentang peranan keluarga dalam penanganan balita gizi kurang dan pengembangan hubungan keluarga dengan sistem sumber berdampak positif dalam peningkatan peranan keluarga. Namun demikian, upaya perbaikan model berupa peningkatan kapasitas kader posyandu dalam pemberian dukungan terhadap keluarga balita melalui pelatihan dan pendampingan serta menjaga relasi dengan sistem sumber harus selalu ditingkatkan. Kata kunci: peran keluarga, balita, gizi, keluarga, balita gizi kurang
VARIABEL-VARIABEL YANG MEMENGARUHI KEMATIAN BAYI DI INDONESIA MENGGUNAKAN ANALISIS DATA PANEL
Salam, Rudi
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1512.616 KB)
ABSTRAK: Angka kematian bayi secara luas digunakan untuk menilai status kesehatan penduduk baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel-variabel makro yang memengaruhi kematian bayi di Indonesia menggunakan data panel selama lima tahun. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang terpilih adalah fixed effects dengan pemodelan Seemingly Unrelated Regression (SUR), yang menunjukkan bahwa karakteristik provinsi di Indonesia berbeda-beda. Semua variable independen yang digunakan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kematian bayi. Produk domestik regional bruto (PDRB) perkapita berpengaruh negatif, TFR berpengaruh positif, TPAK wanita berpengaruh negative, dan AMH wanita berpengaruh negative. Dari keempat variable, TFR merupakan variable yang mempunyai tingkat signifikansi terbesar dalam menurunkan kematian bayi sehingga pengendalian jumlah penduduk perlu implementasi yang lebih serius.Kata kunci: kematian bayi, PDRB per kapita, data panel.ABSTRACT: The infant mortality rate is widely used to assess the health status of the population in both the developed and developing countries including Indonesia. This study aims to examine the macro variables that affect infant mortality using panel data for 5-year period. The analytical tool used is descriptive analysis and panel data regression. The results showed that the approach chosen was fixed effects with Seemingly Unrelated Regression (SUR) modeling, which indicates that the characteristics of the provinces in Indonesia is different. All independent variables are used has a significant effect on infant mortality. Regional gross domestic product (GDP) per capita a negative effect, TFR positive effect, negative effect LFPR of women, and women AMH negative effect. Of the four variables, TFR is a variable that has the greatest significance in reducing the rate of infant mortality that need implementation of population control is more serious.Keywords: infant mortality rate, RGDP per capita, panel data.
Underbody Maintenances Unit Ambulan Masjid di Wilayah Kota Banjarmasin
Jauhari, Muhammad Firdaus;
Raihan, Raihan;
Arsyad, Muhammad;
Maryati, Rusmini Sri
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (610.954 KB)
|
DOI: 10.31961/impact.v1i1.700
Kegiatan underbody maintenance unit ambulan masjid bertujuan untuk memberikan pelayanan perawatan bagian bawah kendaraan bagi unit ambulan masjid yang selama ini rutin digunakan untuk pelayanan sosial, sehingga dapat memperpanjang masa pelayanan unit tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan ini terbagi dalam 3 tahapan: pra-kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring setelah kegiatan dilaksanakan. Perawatan meliputi bagian selang dan pipa saluran bahan bakar, selang dan pipa rem, kebocoran oli mesin, kebocoran engine coolant, suspensi depan dan belakang, suspensi depan dan arm, steering gear case, steering rack boot & tie rod end, saluran buang, oli transmisi manual. Setelah dilakukan perawatan underbody maintenance, kondisi ambulan jadi lebih baik daripada sebelumnya. Beberapa perawatan yang dilakukan juga meliputi pergantian part seperti oli dan gas nitrogen untuk ban ambulan masjid. Sehingga unit ambulan lebih siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat luas