Articles
Analisis Tingkat Kemampuan Metakognitif Mahasiswa Melalui Mai (Metacognitive Awareness Inventory) Pada Eksperimen Berbasis Problem Solving
Pertiwi, Faninda Novika;
Ahmadi, Ahmadi;
Fadly, Wirawan
Kodifikasia Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.305 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i1.1417
Pembelajaran fisika harus bermakna, yaitu didalamnya menekankan pada fisika sebagai produk, sebagai proses, dan sebagai sikap. Dua hal dalam pembelajaran fisika yang tidak dapat dipisahkan yaitu pengamatan dalam eksperimen dan telaah teori. Eksperimen fisika hendaknya memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam segala proses mulai dari tahap merumuskan tujuan eksperimen sampai mengambil kesimpulan dari eksperimen yang telah dilakukan. Salah satu metode yang dapat memfasilitasi keberhasilan tujuan eksperimen fisika adalah dengan metode problem solving. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kemampuan metakognitif mahasiswa yang melaksanakan eksperimen fisika dasar berbasis problem solving di IAIN Ponorogo melalui MAI (Metacognitive Awareness Inventory) serta untuk menjelaskan keterkaitan antar indikator (perencanaan diri, pemonitoran diri, dan evaluasi diri) pada kemampuan metakognitif mahasiswa. Data yang dihasilkan penelitian ini adalah data kemampuan metakognitif mahasiswa yang telah diukur menggunakan lembar kuesioner MAI (Metacognitive Awareness Inventory). Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu bahwa eksperimen fisika dasar berbasis problem solving ini sangat baik untuk mengoptimalkan kemampuan metakognitif mahasiswa. Hal ini terbukti ketika eksperimen fisika dasar yang dilaksanakan berbasis problem solving ternyata tingkat kemampuan metakognitif mahasiswa mencapai 153,459 yang artinya tingkat kemampuan metakognitif mahasiswa pada kategori super (berkembang sangat baik). Hal ini menandakan bahwa mahasiswa menggunakan kesadaran metakognitif secara teratur untuk mengukur proses berpikir dan belajarnya secara mandiri. Selain tingkat kemampuan metakognitif, ternyata ada keterkaitan antar ketiga indikator kemampuan metakognitif. Keterkaitan indikator perencanaan diri dan pemonitoran diri adalah sebesar 0,901, keterkaitan indikator pemonitoran diri dan evaluasi diri adalah sebesar 0,891, dan keterkaitan indikator perencanaan diri dan evaluasi diri adalah sebesar 0,926. Ketiganya menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat.
ANALISIS KEKUATAN RANGKA, SISTEM TRANSMISI DAYA DAN KAPASITAS MESIN PENCABUT BULU AYAM ‘IDE’ 2 IN 1 PORTABEL DENGAN PENYIRAMAN 127 LANGSUNG
Irawan, Hery;
Patriawan, Desmas Arifianto;
Munir, Misbahul;
Abdillah, Daffa`udin
JHP17 (Jurnal Hasil Penelitian) Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
he high demand on poultry meat has caused poultry slaughtering industries to keep innovatingto improve their productions. One of efforts to improve production is by producing a chicken featherplucker machine to ease and shorten the time to do so. Methods employed to produce this machine were:survey and literature study, chicken feather plucker machine design, machine plan calculation,component assembly, machine trial, data collection, and conclusion. This chicken feather pluckermachine was driven by electric motor ¼ HP with shaft rotary of plucker by 225 rpm. It has portabledesign with dimensions of being used by 1036 mm in length x 800 mm in width x 1300 mm in height, aswell as dimensions of being unused by 1347 mm in length x 1800 mm in width x 1300 mm in height,equipped with wheels to ease the movement to other places. The transmission system used 2 pulleys typeB and V-belt type B-25. Diameter of driving pulley was 6 inches = 152.4 mm and that of driven pulleywas 2 inches = 50.8 mm. The shaft was made of steel st60 with 25 mm in diameter and 223 mm in length.NACHI bearing 6005 with diameter of shaft hole by 25 mm was used. The results of trial reported that toprocess 2 to 4 chickens simultaneously required 3 minutes for getting the plucking result by 90%Keywords: machine, chicken feather plucker, portable
Pengembangan Perangkat EKG 12 Lead dan Aplikasi Client-Server untuk Distribusi Data
HADIYOSO, SUGONDO;
JULIAN, MUHAMMAD;
RIZAL, ACHMAD;
AULIA, SUCI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 3, No 2 (2015): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/elkomika.v3i2.91
ABSTRAKElektrokardiograf adalah perangkat untuk mengukur aktifitas kelistrikan jantung. Sinyal yang ditampilkan oleh perangkat elektrokardiograf adalah sinyal elektrokardiogram (EKG). Untuk monitoring ECG minimal diperlukan satu lead sementara untuk standar klinis diperlukan 12 lead. Untuk realisasi perangkat EKG 12 lead diperlukan strategi agar jumlah perangkat keras yang dibutuhkan semakin sedikit sehingga dimensi menjadi lebih kecil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada penelitian ini dirancang perangkat EKG 12 lead dengan teknik multipleksing. Kombinasi sadapan sinyal EKG 12 lead dikontrol oleh multiplekser 4051 melalui mikrokontroler secara bergantian. Data dijital hasil konversi ADC selanjutnya dikirim secara serial ke komputer server dan dapat dilihat pada komputer client yang terhubung. Hasil yang didapat menunjukkan bahawa perangkat analog telah berhasil mengakuisisi sinyal EKG dengan baik dari Lead I sampai Lead V6. Dengan waktu pensakelaran sebesar 5 ms, sinyal tidak dapat ditampilkan secara simultan 12 lead. Sinyal dapat diakuisisi dengan baik jika waktu pensakelaran sebesar 5 detik namun seluruh sadapan sinyal EKG tidak dapat ditampilkan secara simultan.Kata kunci: Elektrokardiograf, 12 Lead, Multipleksing, Server, Client. ABSTRACTElectrocardiograph is device for measuring electrical activity of heart. Electrocardiograph displays electrocardiogram signal (ECG). For monitoring ECG, at least need one ECG lead meanwhile for standard clinical ECG need 12 lead. For realization of 12 lead ECG devices, it is need strategy to reduce number of hardware to make dimension of ECG device smaller. To solve this problem, we use multiplexing method for ECG device development. Combination of 12 lead ECG signal is controlled by the multiplexer 4051 through microcontroller sequentially. Digital data of ADC is sent serially to the server computer and can be viewed on client computer that connected to the network. From the results obtained indicate that analog devices have been successfully acquired ECG signals Lead I to Lead V6. With 5 ms switching time, the 12 lead ECG signal can not be displayed simultaneously. The signal can be acquired properly with 5 seconds switching time, but the whole of ECG signals can not be displayed simultaneously.Keywords: Electrocardiograph, 12 Lead, Multiplexing, Server, Client.
Implementasi Regulator Oksigen Otomatis berdasarkan Tingkat Pernapasan menggunakan Logika Fuzzy
HADIYOSO, SUGONDO;
NURSANTO, NURSANTO;
RIZAL, ACHMAD
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 3, No 1 (2015): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/elkomika.v3i1.52
ABSTRAKOtomasi perangkat kesehatan saat ini banyak dikembangkan dengan tujuan untuk mempermudah kerja manusia sekaligus efisiensi utilitas perangkat. Pada penelitian ini, diusulkan desain prototipe sebuah regulator oksigen otomatis pada sebuah alat bantu pernafasan yang berfungsi untuk mengatur tekanan atau kadar oksigen yang dikeluarkan. Kondisi ini disesuaikan dengan tingkat pernafasan pasien. Jika tingkat pernafasan pasien diatas ambang batas maka tekanan oksigen akan dinaikkan. Melaui sensor, pernafasan pasien dideteksi yang selanjutnya diolah oleh mikrokontroler untuk dihitung rate pernafasannya. Melalui logika fuzzy, perhitungan tersebut diolah untuk proses pengambilan keputusan berapa banyak oksigen yang harus dikeluarkan. Setelah dilakukan pengujian, regulator otomatis dapat mengatur volume oksigen yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah pernafasan pasien. Terdapat 9 buah aturan yang diimplementasikan pada sistem dalam pengaturan volume oksigen. Dimana setiap logika tersebut dapat dijalankan dengan baik oleh sistem. Tingkat akurasi yang dicapai perangkat untuk menghitung rate pernafasan mencapai 92,73%.Kata kunci: otomasi, regulator, oksigen, logika fuzzy. ABSTRACTAutomatic medical device currently developed with the aim to help the work and efficiency of the device utilities. In this research, proposed to prototype design an automatic oxygen regulator to regulate pressure or levels of oxygen. This condition is adjusted by the respiratory rate of patient. If the respiratory rate of the patient above the threshold then the oxygen pressure would be raised. Sensor detect the patient's breathing then processed by a microcontroller to count breathing rate. Through fuzzy logic, that calculations are processed for the decision process to determine how much oxygen should be given. After testing, the automatic regulator can control the volume of oxygen according with the patient's respiratory condition. There are 9 rules that are implemented on the system for setting the volume of oxygen. Each logic rules can be run well by the system. The level accuracy of device to compute respiration rate, reached 92.73%.Keywords: automation, regulator, oxygen, fuzzy logic.
Perbandingan Kinerja Pegawai Sebelum Dan Sesudah Penerapan E-Government (Studi Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Tanggamus)
Handika, Reza;
Yulianto, Yulianto;
Suripto, Suripto
Wacana Publik Vol 12, No 01 (2018): Jurnal Wacana Publik, Juni 2018
Publisher : STISIPOL Dharma Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (422.549 KB)
Kinerja pegawai sektor publik selama ini dianggap masih rendah. Egovernment menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan dan menganalisis kinerja seorang karyawan sebelum dan sesudah implementasi e-government di BPKAD Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini bersifat eksplanatori dengan metode pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan 36 orang sampel diambil dari populasi 57 pegawai BPKAD Kabupaten Tanggamus. Teknik pengambilan sampel menggunakan Incidental dengan rumus Slovin. Data dianalisis dengan menggunakan Metode Analisis diskriminan. Hasil penelitian diuji dengan metode menggunakan variabel kinerja 3 karyawan. Menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam jumlah variabel dan ketepatan waktu kerja sebelum dan sesudah implementasi e-gov, sedangkan dalam variabel kualitas pekerjaan tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Variabel ketiga diperoleh dari kinerja karyawan sebelum dan sesudah implementasi e-gov menggunakan Lambda Wilk dengan nilai signifikansi. Nilai 0,000 ? 0,05
PELATIHAN TELAAH BUKU TEKS BAGI GURU BAHASA INDONESIA DI SMP MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Huda, Miftakhul;
Kustanti, Erry Widya;
Rufiah, Ani
WARTA WARTA LPM, Vol. 22, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.006 KB)
|
DOI: 10.23917/warta.v22i2.8671
Guru Bahasa Indonesia SMP Muhammadiyah di Surakarta memiliki permasalahan dalam menentukan pilihan penggunaan buku teks Bahasa Indonesia. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan April 2019 di SMP Muhammadiyah Surakarta. Peserta pengabdian adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu menurunkan teori Geeny dan Petty yang merupakan indikator kualitas buku teks ke dalam beberapa instrumen. Selanjutnya, guru berlatih mengisi instrumen sesuai dengan isi buku teks. Setelah itu, guru membuat tabulasi, dan langkah terakhit mengidentifikasi bagian buku teks yang masih lemah. Pelatihan penelaahan buku teks dengan menggunakan teori Geeny dan Petty efektif. Telaah buku teks berdasarkan teori Geeny dan Petty terdiri dari sudut pandang sesuai dengan keilmuan, memiliki kejelasan, konsep materi, relevan dengan kurikulum, menarik minat, menumbuhkan motivasi, menstimulasi aktivitas siswa, ilustratif, mudah dipahami pemakainya, menunjang pelajaran lain, menghargai perbedaan individu, dan memantabkan nilai.
ANALISIS PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA KOPRA DI KECAMATAN POLEANG SELATAN KABUPATEN BOMBANA
Risna, Risna;
Rianda, La;
Herdiansyah, Dhian
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 4, No 4 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.318 KB)
|
DOI: 10.33772/jstp.v4i4.9043
ABSTRACT This study aims to determine the prospect of copra business development based on the type of business in the District of South Poleang, Bombana Regency.The sampling method used in this study is Proportional Classified Random Sampling ", which is random sampling taking into account the proportions of each type of subject selection carried out in a balanced manner. Determination of research locations was done purposively with respondents numbering 50 people classified in 3 categories namely copra business without gardening 6, copra business gardening 2 and coconut business without processing 42 respondents. Data collection is done by questionnaire method and interview method. The analysis used is comparative performance index (CPI) analysis. The results showed that the yield of the copra business alternative without gardening with a total weight of 2,837.09 and copra business with gardening with a total weight of only 103.09. So that it can be concluded that the copra gardening business has more prospects for copra business by gardening because the copra business without gardening produces 24 times a year and raw materials are always available because it buys from farmers while copra business with gardening is only 3 times a year because only from the garden one's own. Keywords : copra business, development prospects, Comparative Performance Index (CPI). ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiprospek pengembangan usaha kopra berdasarkan tipe pengusahaannya di Kecamatan Poleang Selatan Kabupaten Bombana. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Proporsional ClassifiedRandomSampling“, yaitu pengambilan sampel secara acak dengan memperhatikanproporsitiap-tiap tipe dari pemilihansubyek dilakukan secara seimbang. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan responden berjumlah 50 orang yang diklasifikasi dalam 3 kategori yaitu usaha kopra tanpa berkebun 6, usaha kopra yang berkebun 2 dan usaha kelapa tanpa pengolahan 42 responden.Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner dan metode wawancara.Analisis yang digunakan adalah analisis Comparative Performance Index(CPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwahasil dari alternatif usaha kopra tanpa berkebun dengan total bobot sebesar 2.837,09 dan usaha kopra dengan berkebun dengan total bobot hanya sebesar 103,09. Sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha kopra yang berkebun lebih prospek dari usaha kopra dengan berkebun karena usaha kopra tanpa berkebun melakukan produksi selama 24 kali setahun dan bahan baku selalu tersedia karena membeli dari petani sedangkan usaha kopra dengan berkebun hanya 3 kali dalam setahun karena hanya dari hasil kebun milik sendiri. Kata kunci : usaha kopra, prospek pengembangan, Comparative Performance Index(CPI).
PENDIDIKAN TINGGI KADER MUHAMMADIYAH: Pengalaman Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran UMS
Hidayat, Syamsul
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This paper is intended to describe the experience of organizing the Shabran Boarding(designation for the Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran Boarding UMS) as a center of higher education of Muhammadiyah cadres under the direct guidance by Muhammadiyah. With a historical approach 'narrative' of this paper describes the development of Shabran Boarding UMS as far as can be covered by the author, so it will be able to take some important points for the development of Shabran boarding in forward. Shabran Boarding trip with all its dynamics has undergone four phases of development. The first phase (1982-1992) cottage really only manage student cadre official delegation PWM / PWA throughout Indonesia. The second phase (1993-1997), Shabran changed, it is no longer a function of forging the cadre official delegation PWM / PWA, but only as a dormitory with religious education in addition to the interest in religious sciences from various faculties and departments. But in its development corrected by receiving back the messenger Muhammadiyah cadres with 50% scholarship for students of Islamic studies. The third phase (1998-2005) as a continuation of the second phase with some development, namely the separation of the two groups of students Islamic faculty and vice versa. The fourth phase (2007-present), Shobran Boarding back to khittah to receive an official delegation of PWM, is integrated with the faculty of Islamic faculty UMS, and special for boy students.
Pengentasan Kemiskinan melalui Pembinaan UKM Bidang Perikanan Di Kawasan Pesisir Desa Sekotong Tengah Kabupaten Lombok Barat
Masrun, Masrun;
Yuniarti, Titi;
Suprianto, Suprianto
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4 No 1 (2018): Ekonobis - Journal of Economics and Business, Maret 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/ekonobis.v4i1.19
The Special Purpose of this study is expected to form a Program for the Development of local potential based SMEs to improve the skills of entrepreneurs by being motivated to try, be creative and innovate in carrying out their business activities. With increased skills will be able to improve the quality and quantity of the results of his business so that it will bring increased income and their welfare in order to alleviate poverty. The research was conducted by field survey method in the coastal area of ??Sekotong Tengah Village, West Lombok Regency. This activity is to identify opportunities and business feasibility of micro small entrepreneurs. Furthermore, the formation of SME Development Program can be formed in order to solve the problems it faces. From this activity, it is expected that UKM entrepreneurs can improve the quality and quantity of their business results so that it will encourage increased income. Increase the income of target entrepreneurs through increased production, quality of production and selling prices on the market. From the results of the study showed that of the four businesses analyzed, economically beneficial and also superior / developed temporarily in the coastal area of ??Sekotong Tengah Village, namely shrimp paste, goat, fish trade and crab business. The SME coaching program can be realized, showing: a). the role of the government in capital assistance other than banking institutions and skills assistance, b). SME entrepreneurs need to form groups / institutions as a medium for SMEs, c). the existence of a business partner to assist in the marketing and processing of production
Analisis Efisiensi Dan Nilai Tambah Usaha Agroindustri Pengolahan Dodol Nangka (Studi Kasus Industri Rumah Tangga di Kecamatan Narmada)
Suprianto;
I Gusti Ayu Eka Damayanti
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 5 No 2 (2019): Ekonobis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, September 2019
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/ekonobis.v5i2.46
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya-biaya yang dikeluarkan per satu kali proses produksi dalam usaha industri pengolahan dodol nangka , tingkat efisiensi serta Nilai Tambah yang diciptakan dari pengolahan buah nangka menjadi dodol nangka. Lokasi Penelitian di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat dengan pengambilan sampel responden sebanyak 6 responden ditentukan dengan tanpa sengaja atau cara accidental sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan data primer yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara meliputi data komponen biaya produksi, jenis peralatan dan harga input. Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya biaya rata-rata sekali produksi pengolahan dodol nangka dari ke enam responden adalah berkisar antara Rp 209.874, yang terendah dan tertinggi sebesar Rp 490.541,64 dengan rata-rata perolehan pendapatan mencapai antara Rp 357.513,67 sampai dengan Rp 807.583 . Tingkat efisiensi dari ke enam responden menunjukkan >1 , yang berarti usaha dodol nangka layak untuk diusahakan ( angka efisiensi terendah 2,46 tertinggi 3,17 ). Sedangkan nilai tambah yang diciptakan dari pengolahan buah nangka menjadi dodol nangka dariartinya bahwa ke enam responden menunjukkan bahwa Rata-rata Nilai Tambah agroindustri olahan dodol nangka sebesar Rp 82.520 , artinya bahwa untuk setiap 1 Kg buah nangka yang diolah menjadi dodol nangka dapat memberikan penambahan nilai sebesar 82.520, ini menunjukkanbahwa produk olahan dodol nangka memiliki prospek yang baik jika dilihat dari nilai tambah yang dihasilkan.