Articles
VIRGIN COCONUT OIL SOAP PENCEGAH INFEKSI CANDIDIASIS VAGINALIS
Zulliati Zulliati;
Nurul Hidayah;
Dyan Fitri Nugraha
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33859/dksm.v12i1.668
 Latar Belakang: Infeksi kandidiasis pada kesehatan harus menjadi perhatian karena sangat merugikan perempuan seperti timbulnya rasa gatal yang menimbulkan lecet dan hubungan seksual yang tidak nyaman. Upaya preventif dengan pemberian bahan alamiah dapat dijadikan sebagi pengobatan dan pencegahan awal dari penyakit infeksi saluran reproduksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans, sehingga secara langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan wanita.Tujuan: Menilai efektifitas virgin coconut oil soap dalam menghambat aktifitas jamur candida albican penyebab candidiasis vaginalis.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Uji Ekperimental yang dilakukan di laboratorium.Hasil: Pengujian uji hambat VCO yang dilakukan menggunakan metode difusi cakram, hasil yang diadapatkan pada konsentrasi 95% VCO dapat menghambat pertumbuhan Jamur Candida Albicans sebesar 25,5%. Namun, pada pengujian selanjutnya setelah VCO dibuat menjadi sabun tidak ditemukan daya hambat aktifitas pada pengujian dengan jamur candida albicant penyebab kandidiasis vaginalis.Simpulan: Pengujian sabun VCO pada sediaan jamur candida albican yang dibiakkan tidak menunjukkan aktivitas daya hambat pada perkembangannya. Sehingga diperlukan pengujian lebih lanjut untuk melihat konsentrasi pada sediaan yang lebih besar.  Background: Candidiasis infection in health should be a concern because it is very detrimental to women such as itching which causes blisters and uncomfortable sexual intercourse. Prevention efforts by presenting natural ingredients can be used as a treatment and prevention of tract infection caused by the fungus Candida albicans, so that it can directly improve the health status of women.Objective: To assess the effectiveness of virgin coconut oil soap in inhibiting the activity of the candida fungus that causes candidiasis vaginalis.Methods: This study uses an experimental test method that is carried out in the laboratory.Results: The VCO inhibition test was carried out using the disc diffusion method, the results obtained at a concentration of 95% VCO could inhibit the growth of Candida Albicans fungi by 25.5%. However, in the next test after VCO was made into soap, no slow activity was found in testing the fungus that causes candidiasis vaginalis.Conclusion: Testing of VCO soap on cultured albikan candida fungi did not show inhibitory activity on development. So that further testing is needed to see the concentration in a larger dosage.
G Gambaran Tingkat Pengetahuan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pasien di Puskesmas Sungai Tabuk 1 Kabupaten Banjar: Gambaran Tingkat Pengetahuan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pasien di Puskesmas Sungai Tabuk 1 Kabupaten Banjar
Desi Wahyuni;
Darini Kurniawati;
Nurul Hidayah
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 3 No 1 (2022): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33859/jpcs.v3i1.206
Ketidak tahu pasien terhadap ketentuan dan lamanya pengobatan secara teratur untuk mencapai kesembuhan sebagai akibat tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah. Proses kesembuhan pasien tuberculosis cepat terwujud, jika kerja sama antara pasien dan keluarganya dengan penyedia layanan kesehatan, khususnya dokter harus terjalin dengan baik.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA ANAK (LKA) BERBASIS BAHASA IBU DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL KABUPATEN NAGEKEO PADA TEMA LINGKUNGANKU UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKN PEMBINA BOAWAE
Florentina Pini;
Konstantinus Dua Dhiu;
Angelina Kurnia Juita
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v2i4.929
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan Lembar Kerja Anak (LKA) berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo pada tema lingkunganku untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKN Pembina Boawae, (2) Mengetahui kelayakan produk pengembangan Lembar Kerja Anak (LKA) berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo pada tema lingkunganku untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKN Pembina Boawae. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Four D-Models) yang memiliki 4 tahapan, yaitu; (1) Define, (2) Design, (3) Develop dan (4) Disseminate. Produk pengembangan yang dihasilkan di validasi oleh ahli materi/konten, ahli bahasa Indonesia, ahli bahasa daerah, ahli media dan ahli desain. Hasil penelitian pengembangan lembar kerja anak berdasarkan uji coba para ahli dan peserta didik sebagai pengguna produk adalah sebagai berikut. (1) Kelayakan uji coba pada ahli materi/konten berada pada kategori “sangat layak”. (2) Kelayakan uji coba pada ahli bahasa Indonesia berada pada kategori “sangat layak”. (3) kelayakan uji coba pada ahli bahasa daerah berada pada kategori “sangat layak”. (4) Kelayakan uji coba pada ahli media berada pada kategori “sangat layak”. 5) Kelayakan uji coba pada ahli desain berada pada kategori “sangat layak”. (6) Kelayakan uji coba produk pada peserta didik perorangan berada pada kategori “sangat layak”. dan uji coba kelompok keci berada pada kategori “sangat layak”. Dengan demikian, pengembangan Lembar Kerja Anak (LKA) berbasis bahasa ibu dengan Pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo layak untuk digunakan untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKN Pembina Boawae.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL BEPI PEPI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Maria R. Jein Rewang;
Kristina Petra Tensa;
Anastasia Z Zembang;
Emiliana Wae;
Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v2i4.935
Pendidikan musik bagi siswa Sekolah Dasar sudah sejak lama di rasakan penting, karena selain bersifat edukatif juga bersifat apesiatif. Pendidikan seni music membantu perkembangan siswa di bidang seni music, mengembangkan sikap menghargai dan mencintai karya budaya bangsa, serta memberikan kesegaran dan kegembiraan kepada siswa. Selain pencapaian prestasi, juga di harapkan peran sertanya dalam mengembangkan kepekaan artistic dan aestetik siswa. Dengan demikian Pendidikan music ikut berperan dalam pengemban kepribadian subjek-didik. Alat musik tradisional Ngada merupakan alat musik yang diciptakan oleh masyrakat Ngada dari alat-alat tradisional misalnya salah satunya B’pe Pepi yang berasal dari Etnis So’a. Alat musik tradisional diciptakan dari Nenek Moyang sejak dahulu kala yang diturunkan kepada anak cucu hingga sekarang. Harapannya untuk masyarakat Ngada khususnya Etnis Soa yang memiliki alat musik tradisional misalnya B’pe Pepi agar dapat melestarikan alat musik tradional tersebut agar tidak punah dan tetap dilanjutkan sepanjang hayat. Alat musik tradisional Ngada memiliki nama dan kegunaan yang unik dimasing daerah maupun etnis. Kabupaten Ngada memiliki tiga etnis kebudayaan yaitu Etnis Bajawa, Etnis Soa dan Etnis Riung. Dari setiap Etnis memiliki alat tradisional yang berbeda namun sebagian juga memiliki alat musik tradisional yang sama.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL BOMBARDO DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Ariance Tanggu;
Yunita Rufina Ruba;
Flaviana Linung;
Ester Rosadalima Kae;
Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v2i4.936
Musik tradisional merupakan warisan budaya yang tidak ternilai harganya bagi pemilik sebuah kebudayaan sebagaimana halnya ada artefak-artefak kebudayaan lain seperti monument atau situs-situs bersejarah. Musik tradisional dan juga, alat-alatnya tidak dapat dipahami secara sempit sekedar sebagai sebuah benda yang menghasilkan bunyi, melainkan sebuah entitas budaya yang mengekspresikan nilai-nilai peradaban, keyakinan atau spiritualitas dan estetika serta sebagai media pewarisan aspek-aspek tersebut dalam kehidupan para pemiliknya. Bombardom adalah salah satu alat musik tradisional di Kabupaten Ngada yang cara memainknya dengan ditiup. Alat musik Bombardom ini masih eksis hingga genarasi modern saat ini, bombardoo merupakan alat music tradisional yang berasal dari kabupaten Ngada yang bahan dasarnya terbuat dari bambbo (buluh). Bombardom menghasilkan dua jenis suara yakni bariton dan sopran. Anak SD perlu mempelajari musik tradisional yaitu: 1) Mengetahui keragaman budaya Ngada. 2) Melestarikan alat musik tradisional yang ada. 3) Mengetahui kegunaannya. 4) Agar lebih mengetahui warisan kebudayaan Ngada. 5) Menjaga kelestarian budaya Ngada Mempelajari untuk menerusi kegenerasi berikutnya agar tidak punah. Selain untuk mengasah diri pada bidang seni, bermain musik nyatanya juga memiliki dampak yang positif terutama bagi siswa. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid, dalam acara presentasi pendidikan karakter berbasis musik untuk sekolah dasar yang diselenggarakan di Museum Nasional, Jakarta, belum lama ini.Tujuan dari mengajarkan anak-anak untuk bermain musik bukan mengharuskan mereka menguasai alat musik, tapi lebih pada bagaimana melalui musik ini bisa membentuk karakter mereka.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL SUNDING WUNI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Fransiskus Xaverius Ria;
Maria Kristina Selo;
Maria Anjelina Dhiu;
Deiflora Meo Naru;
Floranida Nari Sae;
Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v2i4.937
Alat musik Sunding Wuni merupakan alat musik musik suling ganda yang berada pada etnis Riung kabupaten Ngada sebagai alat musik yang biasa dimainkan oleh masyarakat Riung. Alat musik Sunding Wuni ini sendiri memiliki 2 makna bagi masyarakat Riung, yang mana kedua makna tersebut adalah kedukaan serta kebahagiaan. Kedukaan artinya, ketika alat musik ini dipakai saat acara kematian berarti alat musik ini sedang melangbangkan rasa duka yang mendalam. Sedangkan kebahagiaan berarti alat musik ini dimainkan pada saat upacara panen raya dan beberapa upacara lainnya yang erat kaitannya dengan kebahagiaan. Pembelajaran alat musik Sunding Wuni sangat strategis terutama bagi anak SD dalam mengenal dan memahami budaya Riung. Makna alat musik ini sendiri sangat mendalam bagi kaum muda terutama bagi para pelajar. Ditinjau dari segi konstruksi bentuk, yang mana alat musik ini bergandengan dua suling, yang mengamanatkan kehidupan yang menekankan rasa persaudaraan antara sesama manusia. Bagi siswa SD, makna dari alat musik ini adalah bagiamana siswaa mampu bekerja sama dan berkolaborasi dengan siswa lain dengan diliputi semangat persaudaraan.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL GA’A LI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Angelina Eno Klau;
Dionisia Beka;
Ulrikus Nono;
Yohana Pase;
Maria Selviana Teku;
Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v2i4.938
Berdasarkan hasil wawancara yang sudah dilakukan oleh kami pada Desa Kealigejo Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada, dapat disimpulkan bahwa alat musik Ga’a Li pertama kali dibuat oleh Bapak Klemens Wewe. Pembuatan alat musik Ga’a Li ini terinspirasi dari bunyi Ga’a yang biasa digunakan oleh orang tua dahulu untuk memanggil dan memberi makan babi. Terinspirasi dengan bunyi Ga’a itulah Bapak Klemens Wewe merancang Ga’a menjadi alat musik mirip kolintang. Alat musik ini mulai dibuat pada tahun 2010 dan diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 2012. Alat musik Ga’a Li memiliki enam bentuk fisik yang sama namun memiliki ukuran dan karakter bunyi yang berbeda ketika dimainkan. Semua nada yang dihasilkan dalam ke enam Ga’a Li dalam tonalitas do=F Yang membedakan antara Ga’a Li yang satu dengan yang lainnya adalah nada-nada pada bilah bambu setiap Ga’a Li. Perbedaan nada itu disebabkan karena perbedaan ukuran bilah bambu. Dalam memainkan alat musik Ga’a Li ini dilengkapi dengan bebrapa alat musik lain diantaranya adalah Tobho, Foi Doa, Laba (Gendang) dan Markas. Musik memiliki manfaat dalam perkembangan belajar siswa sekolah dasar. Diantaranya terhadap hasil belajar, emosional, intelejensi, daya ingat dan konsentrasi. Peserta didik yang dari kecil terbiasa mendengarkan musik terbukti kecerdasan emosionalnya akan lebih berkembang. Anak dan musik memiliki keterkaitan yang kuat, makna musik bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan anak dan perkembangan belajar anak. Anak usia tiga sampai 6 tahun mengembangkan kecerdasan emosinya dengan mendengarkan lagu, karena masa itu merupakan masa yang paling baik pada perkembangan pendengarannya. Oleh sebab itu penulis kami mengkaji manfaat musik pada perkembangan belajar peserta didik sekolah dasar.
OPTIMIZATION OF PERIODONSIA CLINICAL LEARNING AT DENTISTRY PROFESSIONAL STUDENTS DURING COVID-19 PANDEMIC
Mutia Rochmawati;
Haris Budi Widodo
Jurnal Ipteks Terapan (Research Of Applied Science And Education ) Vol. 15 No. 1 (2021): Jurnal Ipteks Terapan ( Research of Applied Science and Education )
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.728 KB)
|
DOI: 10.22216/jit.v15i1.22
Background: The COVID-19 pandemic has made periodonsia clinical learning in dentistry professional students Jenderal Soedirman University become less optimal because it was implemented online according to government directions. Optimization of periodonsia clinical learning needs to be done so that learning outcomes can still be achieved even in limited conditions due to the COVID-19 pandemic. Objectives : To determine the effectiveness of optimization periodonsia clinical learning which is implemented online. Methods: This reserach is a quasi experimental with a pretest posttest research design. The participants in this research were dentistry professional students which amounted to 18 people. The pretest and posttest scores were analyzed using the Shapiro-Wilk test and Wilcoxon signed ranks. Results: The optimization periodonsia clinical learning program consists of 4 activities which include: (1) Explanation clinical periodonsia learning modules, (2) Explanation SOP for clinical periodonsia procedures, (3) Video presentation of clinical periodonsia procedures, (4) Implementation of case studies regarding the clinical periodonsia procedures. The mean pretest score was 47.72 and the mean posttest score was 98.44. The data showed an increase in the value of 106.28%. Conclusion: The optimization of periodonsia clinical learning program is effective in helping dentistry professional students Jenderal Soedirman University during the online learning process
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI PADA MATA PELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
sintya hayaturrohmah;
Mahmud Alpusari;
Guslinda Guslinda
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7787
This study aims to determine the effect of animated video media on natural science subjects to improve the learning outcomes of elementary school students. This type of research is a Quasi Experiment with a Nonequivalent Control Group Design, the experiment that conducted by two groups or two classes, consists of experimental class and control class. This research was conducted in 5 th grade SD Negeri 006 Balai Jaya. The results showed that the average score of the learning outcomes test given pre-treatment (pretest) in experimental class was 39,54 ; while the average score of the learning outcomes test given final treatment (posttest) was 81,93. The hypothesis test showed the probability sig (2-tailed) 0,000 < 0,005, then Ho was rejected and Ha was accepted. It indicates that there’s an effect of using animated video media on natural science subjects in 5th grade SD Negeri 006 Balai Jaya between given pre-treatment (pretest) and given final treatment (posttest). In conclusion, using animated video media on natural science subjects can improve the student’s learning outcomes in 5th grade SD Negeri 006 Balai Jaya for the 2021/2022 academic year.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video animasi pada mata pelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah Quasi Exsperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap dua kelas, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 006 Balai Jaya kelas V. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skor tes hasil belajar sebelum diberi perlakuan (pretest) pada kelas eksperimen sebesar 39.54, sedangkan rata-rata skor tes hasil belajar setelah diberi perlakuan (posttest) sebesar 81.93. Serta hasil uji hipotesis menunjukan hasil sig (2-tailed) sebesar 0.000 yang mana 0.000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat pengaruh dalam penggunaan media video animasi pada pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri 006 Balai Jaya antara sebelum diberi perlakuan (pretest) dan sesudah diberi perlakuan (posttest). Sehingga adanya pengaruh media video animasi pada mata pelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar kelas V SD Negeri 006 Balai Jaya tahun ajaran 2021/2022
IMPLEMENTASI PERMENDIKNAS NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH DI KABUPATEN SIAK
Fauziah Fauziah;
Jimmi Copriady;
Sudirman Sudirman
Jurnal Manajemen Pendidikan Penelitian Kualitatif Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/jmppk.5.1.p.30-37
Permendiknas implementation research on the appointment of pricipals is inseparable from the basic permendiknas namely: (1) permendiknas number 13 year 2007 about pricipal standar, (2) permendiknas number 28 tahun 2010 about teacher assignment as Head of school. This research discloses how the process of appointment of headmaster of SMP negeri in Dinas Education and culture of Siak Regency, is in accordance with the provisions set by the government in permendiknas number 28 year 2010. This implementation research isbased on metter and Horn theory and describe the findings using approach qualitative methods. Data obtained by interviuw, observation and document. Futher data are analyzed and performed continuously to complate. The results of the study note that the general requirements in administrative selection are not met well. Because three is still the age of principals who do not meet the provisions with the number 85%. This means that only 15% of the principals are appointed in accordance with the provisions of the first appointment process in office. Even 29% of headmaster who served in Siak district will now undergo more than 2 periods of duty. At the rank and class of principals also found 13% of principals who are currently still in rank/class IIIB. While on special requirenments found arround 65% of school principas in Siak Regency do not have a certificate of principal issued by LP2KS is a NUKS certificate. There are several factors that become obstacles in implementing permendiknas number 28 year 2010 in Siak Regency. Namale; (1) the SDK of siak Distric employees, especially the lack of education, (2) the cost of education and training to obtain NUKS certificate, (3) the role of the acceptability team in the process of placing the principal the carry out his duties as principal.