Articles
POLA PENGELOLAAN BINA KELUARGA REMAJA (BKR) DI PROVINSI JAWA TIMUR (STUDI KASUS DI KABUPATEN JOMBANG DAN KOTA MADIUN)
Mardiyono, Mardiyono
Cakrawala Vol. 10 No. 1: Juni 2016
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32781/cakrawala.v10i1.51
Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR). Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pola pengelolaan Bina Keluarga Remaja ( BKR) di Jawa Timur yang akan dijadikan model pengelolaan BKR di kabupaten/kota yang sejenis karakteristik maupun polanya dan metode yang digunakan adalah analisis diskriptif karena pendekatan diskriptif yang diharapkan ini dapat mengkaji permasalahan secara mendalam dan tidak bisa digeneralisasi hanya kabupaten/kota yang sejenis tipe dan permasalahannya. Sebagai sampelnya kelompok dengan lokasi Kabupaten Jombang dan Kota Madiun, karena sebagai juara tingkat Provinsi maupun Nasional. Dalam pengumpulan data ini digunakan tiga teknik yaitu dokumentasi, teknik FGD (Focus Group Discussion), dan teknik wawancara mendalam (Indepth Interview). Adapun hasil dari penelitian ini adalah bila ditinjau dari sisi pengembangan kemitraan hasil inovasi kelompok masih belum kelihatan, sedang pertemuan rutin kader sudah berjalan setiap bulan dan penyuluhan materi BKR oleh kader terhadap kelompok pengajian berjalan rutin; ada kegiatan inovasi kearah ekonomi produktif; jumlah anggota inti Kelompok BKR masih rendah; koordinasi di tingkat kecamatan sudah berjalan baik; sudah memiliki BKR percontohan, namun belum sesuai dengan kriteria BKR percontohan; dana operasional untuk kegiatan pertemuan masih kurang; dan yang perlu diperhatikan bahwa Pokjanal di tingkat kabupaten masih belum terbentuk terutama di Kota Madiun. Apabila program BKR bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan kegiatannya, maka perlu direkomendasikan agar pelaksanaan program BKR diintegrasikan dengan kegiatan pengajian yang dimiliki oleh LSM (Muslimat, Fatayat dan Aisyiah).
Model Pengelolaan Bina Keluarga Lansia (BKL) Di Provinsi Jawa Timur
Mardiyono, Mardiyono
Cakrawala Vol. 8 No. 1: Juni 2014
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32781/cakrawala.v8i1.205
Secara ekonomi penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban daripada sebagai sumber daya. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan manfaat, bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipresepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat. Dari aspek sosial, penduduk lanjut usia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Hal ini dilihat dari keterlibatan mereka terhadap sumber daya ekonomi, pengaruh terhadap pengambilan keputusan serta luasnya hubungan sosial yang semakin menurun. Penduduk lanjut usia di Indonesia menduduki kelas sosial yang tinggi yang harus dihormati oleh warga muda. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pola pengelolaan keberhasilan BKL dan model pengembangan dengan menggunakan analisis diskriptif, adapun hasilnya BKL di Jawa Timur dapat berjalan bila diintegrasikan dengan Karang Werda dan program posyandu lansia yang sudah dikenal dimasyarakat. Diupayakan pengintegrasian kerjasama mulai perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi secara kesinambungan.
Model Pengelolaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dalam Upaya Peningkatan Akseptor KB
Mardiyono, Mardiyono
Cakrawala Vol. 9 No. 2: Desember 2015
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32781/cakrawala.v9i2.235
Pemerintah dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga pada kelompok keluarga miskin dilaksanakannya program UPPKS (Usaha Peningkatan Kelaurga Sejahtera), yang kemudian akan memperbaiki kesejahteraan. Dengan peningkatan kesejahteraan tersebut, diharapkan kepesertaan keluarga peserta KB maupun anggota kelompoknya dapat kesinambungan secara tidak langsung dapat ditingkatkan.
Effect of Adding Palm Kernel Cake as a Substrate in Sclerotium rolfsii Inoculum
Fajrona, Kadran;
Rizal, Yose;
Mirnawati
Andalasian Livestock Vol. 1 No. 1 (2024): ALive
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/alive.v1.n1.p78-83.2024
This research aims to determine the added palm kernel cake (PKC) level in the Sclerotium rolfsii inoculum. This research used an experimental method with a completely randomized design, four treatments, and five replications. The treatments were different substrate compositions, consisting of 100% bran (control), 90% bran + 10% PKC (P1), 85% bran + 15% PKC (P2), and 80% bran + 20% PKC (P3). The variables observed were cellulase and mannanase enzyme activities. The data obtained were analyzed statistically using a completely random design analysis of variance and continued with Duncan's multiple range tests if the treatment influenced the observed variables. The results showed that adding PKC as a substrate in making Sclerotium rolfsii inoculum had a significant effect (P<0.01) on the activity of cellulase and mannanase enzymes. The best cellulase and mannanase enzyme activities were found in the 80% fine bran substrate composition + 20% PKC (P3), namely 16.02 U/mL and 7.81 U/mL.
Optimalisasi Pelayanan KB IUD dan Implant Melalui Pelatihan Contraceptive Technology Update Bidan
Mardiyono, Mardiyono;
Mayliawati, Ayu;
Kurniawan, Udin;
Sukamto, Sukamto;
Kiswahono, Aulia Dikmah
Cakrawala Vol. 14 No. 2: Desember 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32781/cakrawala.v14i2.326
Dalam upaya meningkatkan pencapaian pelayanan Keluarga Berencana (KB) dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang ( MKJP ), salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan KB MKJP khususnya IUD dan Implant melalui pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU).Pelaksanakan pelatihan CTU bagi tenaga medis (dokter) dan paramedis (Bidan) merupakan komitmen Badan Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Nasional (BKKBN) dalam upaya pengembangan kompetensi bidan sehingga meningkatkan kualitas pelayanan KB IUD dan Implant. Hal ini diharapkan para bidan yang telah mengikuti pelatihan tersebutmempunyai kompetensi untuk melakukan pelayanan KB IUD dan implant kepada masyarakat (klien / akseptor) sesuai dengan Standar Operasional dan Prosedur (SOP). Namun dalam pelaksanaan pelatihan tersebut masih ditemui beberapa kendala baik terkait hal administratif dan non administraltif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi serta mengidentifikasikan kompetensi bidan dan kinerja bidan yang terukur pasca pelatihan CTU, kebijakan serta sarana,prasarana pelayanan KB, sedangkan metode menggunakan diskriptif kuntitatif dan kualitatif. Hasil penelitian iniditemukan bahwa masihterdapat tahapan prosedur pemasangan Implat dan IUD yang dilewatkan oleh bidan, hal ini dapat dilihat berdasarkan data masih ditemukan “kasus komplikasi ringan dan kegagalan†khususnya IUD.Bidan yang sudah ikut pelatihan CTUdipindahkan tempat kerja di Rumah Sakit dan menjadi petugas struktural, sehingga tidak melayani akseptor IUD dan Implant.Adanya kebijakan pelayanan KB IUD dan Implant harus dilaksanakan di Puskesmas Induk.Belum optimalnya ketersediaan sarana pelayanan IUD dan Implant di tempat pelayanan KB.Oleh karena itu perlu dilakukan refreshing secara berkala, terutama bagi para pelatih P2KP di tingkat kabupaten/kota dan bidan yang sudah dilatih CTU.
Pembimbingan Pengembangan Instrumen Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru SMP Negeri 3 Bintan
Izzati, Nur;
Fera, Mirta;
Ramadhona, Rezky
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22236/solma.v13i1.13751
Pendahuluan: Secara ilmiah, kreatifitas guru dalam usaha peningkatan mutu pembelajaran di dalam kelas dapat dikaji melalui pelaksanaan suatu penelitian yang biasa disebut dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Namun dalam pelaksanaannya terdapat kendala bagi guru dalam membuat PTK, salah satunya yaitu guru-guru belum paham bagaimana menyusun dan menentukan instrumen yang digunakan dalam penelitian yang dilakukannya. Studi ini bertujuan untuk memberikan pembimbingan kepada guru SMP Negeri 3 Bintan dalam mengembangkan instrumen PTK. Metode: Metode yang digunakan yaitu pembimbingan yang berkelanjutan dengan pola In-On-In dengan jumlah peserta sebanyak 20 guru SMP Negeri 3 Bintan dan 8 guru SMP Tanjungpinang. Hasil: Terjadi peningkatan pemahaman peserta dalam mengembangkan instrumen PTK, di mana peserta dapat mengembangkan instrumen PTK berupa lembar observasi dan angket. Kesimpulan: Metode pelaksanaan pembimbingan dengan pola In-On-In memberikan hasil yang menggembirakan dengan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan sebanyak 82,4% menyatakan setuju dan 17,6% sangat setuju bahwa pemahaman mereka terhadap pengembangan instrumen PTK telah terjadi peningkatan sesudah mengikuti kegiatan pembimbingan.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BERBASIS BUDAYA LOKAL
Br Peranginangin, Amoria Mahdalena;
Febrian;
Linda Rosmery Tambunan
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3543
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa SMP dalam menyelesaikan masalah geometri berbasis budaya lokal. Indikator yang digunakan menurut Kementerian Pendidikan Ontario yaitu written text, drawing dan mathematical expression. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 11 Tanjungpinang yang berjumlah 34 siswa. Dari 34 siswa yang memberikan jawaban tes, dipilih 3 subjek untuk diwawancarai sesuai dengan kategori kemampuan komunikasi matematis untuk mengetahui lebih dalam mengenai jawaban siswa terhadap tes yang diberikan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yaitu sebanyak 21% siswa termasuk kategori tinggi, 38% siswa termasuk kategori sedang, dan 41% siswa termasuk kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII-1 di SMP Negeri 11 Tanjungpinang sebagian besar masih rendah. Siswa dengan kategori tinggi dapat mengkomunikasikan ide matematisnya ke dalam 3 (tiga) indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu written text, drawing, dan mathematical expression. Siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tertulis berkategori sedang lebih cenderung memenuhi 1 (satu) indikator yaitu drawing. Siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tertulis dengan kategori rendah tidak dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan komunikasi matematis (written text, drawing dan mathematical expression).
ARTIKEL PENGEMBANGAN E-MODUL DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI OPERASI MATRIKS KELAS XI SMA
Anggi Hidayahtulloh;
Fera, Mirta;
Izzati, Nur
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3620
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul dengan pendekatam kontekstual dengan menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 pada materi Operasi matriks. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE. Karena keterbatasan kemampuan dan waktu yang dimiliki sehingga peneliti hanya sampai pada tahap uji validitas dan uji praktikalitas saja. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli dan lembar uji praktikalitas. Teknik analisis data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi ahli materi memperoleh rata-rata penilaian 77.50% dengan kriteri valid, validasi ahli media memperoleh rata-rata penilaian 97,50 % dengan kriteria sangat valid, maka hasil uji praktikalitas penggunaan guru memperoleh rata-rata 90.00%, sedangkan hasil uji coba penggunaan siswa memperoleh rata-rata 89,22%.
ANALISIS BUTIR SOAL MATEMATIKA PADA PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL MENGGUNAKAN RASCH MODEL KELAS X SMA NEGERI 2 BUNGURAN TIMUR
Simbolon, Rahma Gustiannur;
Desi Rahmatina;
Febrian
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3666
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis butir soal matematika dengan mengukur reliabilitas, tingkat kesulitan (item dan person measure) dan tingkat kesesuaian (item dan person fit) menggunakan Rasch model. Responden pada penelitian ini berjumlah 77 peserta didik dengan 40 soal berupa pilihan ganda. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Hasil analisis reliabilitas menggunakan bantuan software Winsteps 3.73, diperoleh reliabilitas dilihat dari Alpha Cronbach KR 20 sebesar 0,82 dengan person reliability 0,80 dan item reliability 0,90. Hasil analisis tingkat kesulitan, item measure diperoleh 12 soal sangat sulit, 3 soal sulit, 19 soal mudah dan 6 soal sangat mudah. Sedangkan person measure diperoleh 36 peserta didik abilitas tinggi, 33 peserta didik abilitas sedang dan 8 peserta didik abilitas rendah. Hasil analisis tingkat kesesuaian, item fit diperoleh 1 soal tidak fit dan 39 soal fit. Sedangkan person fit diperoleh 8 peserta didik mengalami pola respon berbeda (misfit) dan 69 peserta didik dengan pola respon ideal. Pola respon berbeda dikarenakan peserta didik tidak berhasil menjawab soal sangat mudah dengan benar, namun mampu menjawab soal sangat sulit dengan benar. Berdasarkan analisis tersebut, penggunaan Rasch model sangat dianjurkan untuk digunakan oleh guru agar dapat membantu guru dalam mengetahui kualitas alat penilaian dan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik.
ANALYSIS OF MOTHER'S KNOWLEDGE AND WORK BY GIVING EARLY WEANING FOOD IN TIRTOUDAN VILLAGE, PESANTREN DISTRICT, KEDIRI CITY
Miftakhur Rohmah;
Riza Tsalatsatul Mufida;
Shanty Natalia;
Lidwina Kaka Matutina
Journal for Quality in Women's Health Vol. 6 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30994/jqwh.v6i2.230
Complementary food for breast milk (weaning food) is very important to give to babies after 6 months of age. because breast milk no longer provides the nutrients the baby needs. Almost all babies aged before 6 months are given complementary foods with breast milk. The aim of this research is to analyze the relationship between maternal knowledge and work and the provision of complementary breast milk (weaning food) from an early age. This research uses a cross-sectional research design. The population in this study were all mothers who had babies 6-12 months in Nusa Indah Tirtoudan Village, Islamic Boarding School District, Kediri City, totaling 33 respondents. The sample used was simple random sampling. The data used in this research was collected using a questionnaire and then analyzed using logistic regression analysis.