Articles
MENGETAHUI POSISI PERUSAHAAN MELALUI ANALISIS SAP
Suhardi, Suhardi
JURNAL STIE SEMARANG Vol 2 No 2 (2010): VOLUME 2 NOMOR 2 EDISI JUNI 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1755.541 KB)
Strategic Analysis Profile ( SAP ) , salah satu alat analisis yang berguna bagi perusahaan untuk mengetahui posisinya dibandingkan dengan pesaing terdekatnya. Analisis ini sangat sederhana dan mudah diterapkan, namun memberikan manfaat terutam bagi pihak pengambil keputusan yang berkaitan dengan strategi perusahaan. Disamping itu ana lis is SAP banyak digunakan pula untuk lembaga keuangan perbankan berkaitan dengan produk-produk dunia perbankan ( baru) untuk mengetahui bagaimana tanggapan pelanggan dengan adanya produk baru. Dengan demikian perusahaan dapat dengan segera mengetahui factor-faktor apa sajakah yang menjadi pendorong dan penghambat keunggulan perusahaan dibandingkan dengan pesaing terdekatnya
REDENOMINASI RUPIAH SUDAH DIPERLUKAN ?
Sudarwanto, Adenk;
Suhardi, Suhardi
JURNAL STIE SEMARANG Vol 2 No 3 (2010): VOLUME 2 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2417.977 KB)
Kebijakan redenominasi suatu mala uang lerhadap mala uang asing. ditandai dengan kebijakan reformasi bidang perekonomian, dengan memperhatikan kondisi politik dalam negeri, tingkat kepercayaan masyarakat, karakteristik budaya, kondisi penyebaran dan geografis penduduk. Meskipun secara politik - ekonomi Indonesia masuk dalam kategori memenuhi persyaratan untuk melakukan kebijakan redenominasi mala uang rupiah. namun akan mengalami kendala yang tidak mudab diselesaikan terutama menyangkut sosialisasi kebijakan itu sendiri. moral Hazard.dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah
QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX (QSPM)
Suhardi, Suhardi
JURNAL STIE SEMARANG Vol 3 No 1 (2011): VOLUME 3 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1916.826 KB)
Quantitative Strategic Planning Matrix ( QSPM ), merupakan desain strategi yang dirumuskan oleh manajemen dalam menetukan pilihan alternative yang tersedia, sehingga akan memberikan gambaran hasil bagi manajemen untuk mementukan apa dan bagaimana , kapan dan dimana serta oleh siapa QSPM harus dijalankan. Oleh sebab itu dalam perumusan strategi manajemen hams memiliki keyakinan tentang hasil yang akan dicapai. Hal ini mengingat pengukuran kuantitatif memberikan gambaran nyata ten tang langkah yang harus dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Oleh karena manajemen harus
berpedoman dan berpegang pada " If we can mesuare it, We can manage it. If we can manage
it , we can achieve it "
Pemanfaatan Media Pembelajaran SPSS untuk Meningkatkan Kemampuan Statistik Siswa SMK
Ramadhani, Rahmi;
Sribina, Nuraini
Jurnal SOLMA Vol 8 No 1 (2019): Jurnal SOLMA
Publisher : Uhamka Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4650.942 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v8i1.2996
This community service was carried out in the form of a workshop on utilization of SPSS learning media in mathematics learning for vocational high school students in SMK PAB 12 Saentis, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, North Sumatera. The target of this service are: 1) to increase students understanding of SPSS learning media in mathematics learning; 2) to improve students' skill in using SPSS learning media; 3) to increase students' knowledge about statistic learning which has an impact of increasing students' statistical skill; and 4) to increase students' motivation and enthusiasm in mathematic learning use SPSS learning media. This method of this community service is carried out in four stages. The first stage is the preparation for software installation. The second stage is the phase of the workshop which filled with tutorials on using SPSS until utilization of SPSS in solving statistic problem. The third stage is workshop method which includes simulation of carried out directly by participants' workshop. The fourth stage is evaluation and giving motivation. The result of this community service activities are as follows: 1) students understand about how to use SPSS in mathematics learning; 2) students are able to use SPSS learning media to solve statistic problem; and 3) students are able to use an active and interactive SPSS learning media until they can improve their statistic skill
Pelatihan Dan Pendampingan Kelompok Pemuda Dalam Peningkatan Pelayanan Dan Pengelolaan Kawasan Obyek Wisata Candi Cetho
Windrawanto, Yustinus;
Irawan, Sapto;
Setyorini, Setyorini
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2019): Februari
Publisher : Ilin Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (557.946 KB)
|
DOI: 10.31960/caradde.v1i2.38
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam berbagai bidang, termasuk dalam hal pengelolaan dan pengembangan obyek wisata. Peningkatan sumber daya manusia yang ada didaerah kawasan wisata dapat meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan dan pengembangan potensi yang ada didaerah tersebut. Peningkatan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan dan program. Oleh karena itu melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, melakukan pelatihan dan dan pendampingan kepada dua kelompok pemuda PERADAH dan pengelola bumi perkemahan dikawasan candi Cetho. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pemuda dalam pelayanan kepada para pengunjung kawasan candi Cetho dan meningkatan pengelolaan dan pengembangan bumi perkemahan. Hasil kegiatan peningkatan sumber daya manusia dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan kepada dua kelompok pemuda PERADAH dan pengelola bumi perkemahan dengan fokus dan pokok materi tentang: Pelatihan komunikasi antar pribadi, Pelatihan manajemen kelompok, dan Pendampingan kelompok, bagi kelompok PERADAH. Sedangkan kepada kelompok pengelola bumi perkemahan pelatihan dan pendampingan tentang: Pelatihan teknik memfasilitasi, Workshop pengembangan layanan bumi perkemahan, Pelatihan manajemen kelompok, dan Pendampingan kelompok.
Efektifitas Metode Permainan Media Kartu Bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Aksorn di Thailand
Pangestika, Isnaeni;
Rifai, Achmad;
Utsman, Utsman
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 1 (2017): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/pls.v1i1.13451
Penelitian ini bertujuan menguji dan mendeskripsikan keefektifan metode permainan media kartu bergambar dalam meningkatkan kemampuan membaca aksorn pada PAUD Ban Klong-To di Thailand. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest Posttest. Subjek penelitian adalah kelompok B PAUD Ban Klong-To sejumlah 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest 8,3 lebih besar dibandingkan nilai pretest yang sebesar 3,4. Hasil uji-t menunjukkan nilai t-hitung (14,462) > t-tabel (1,708) serta perhitungan hasil gain score sebesar 0,75 dengan kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode permainan media kartu bergambar terbukti efektif diterapkan terhadap pembelajaran membaca pada anak usia dini.
Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal melalui Pemberdayaan Masyarakat
Malik, Abdul;
Mulyono, Sungkowo Edy
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 1 (2017): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/pls.v1i1.15151
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat yang terdiri dari beberapa tahapan diantaranya pelatihan, proses produksi dan pemasaran serta kendala yang dialami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri warga belajar Paket C di PKBM Cipta Karya Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten dan sebagai informan adalah tokoh masyarakat. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan teori. Analisis data sebagaimana model interaktif mencakup pengumpulan data, reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan program pemberdayaan dalam proses pengembangannya dilakukannya pelatihan pembuatan jam tangan dari kayu. Produksi dilakukan oleh warga belajar Kejar Paket B dan C setelah selesai pembelajaran kejar paket. Pemasaran dilakukan melalui promosi di berbagai media dan pangsa pasarnya baik dalam maupun luar negeri. Kendala yang dialami minimnya mesin produksi yang bersumber dari minimnya modal dan terbatasnya jam kerja warga belajar.
Peran Orangtua dalam Pembinaan Pemahaman Motif Pernikahan bagi Anak dalam Lingkup Pendidikan Nonformal
Desmawati, Liliek;
Malik, Abdul
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/pls.v2i2.26834
Pendewasaan usia perkawinan menurut BKKBN (Wirdhana dkk, 2014), ditegaskan usia perkawinan mencapai usia minimal 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. PUP yang dibuat oleh BKKBN tidak hanya sekedar program penundaan perkawinan dan pernikahan saja, juga masa menjarangkan kehamilan dan masa mengakhiri kehamilan. Masa kehamilan usia istri antara 20-35 tahun, dengan jarak ideal kehamilan adalah 5 tahun. Sedangkan masa akhir kehamilan berada pada usia PUS (pasangan usia subur) 35 tahun. Karena secara empirik menurut Wirdhana dkk (2014: 20), “Melahirkan anak di atas usia 35 tahun banyak mengalami risiko medik”. Kegiatan pendidikan kependudukan melalui jalur informal, dapat dilakukan di dalam keluarga, masyarakat, media massa dan dengan pemanfaatan teknologi informasi. Kegiatan pembinaan merupakan kegiatan menjaga agar pendidikan kependudukan melalui jalur informal tetap berjalan dengan lancar dan berkelanjutan. Adapun agen yang bertindak melalui jalur informal adalah sosok dari orangtua itu sendiri.
Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran kondisi pemahaman orangtua dalam memberikan pembinaan pemahaman motif pernikahan kepada anak remajanya. Selain itu mendeskripsikan berbagai peran yang diberikan orangtua dalam proses pembinaan, dan berbagai faktor penghambatnya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan gabungan dari pendekatan penelitian deskriptif dengan kualitatif. Maksud penelitian deskriptif untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan pemahaman orangtua dalam memberikan pembinaan pemahaman motif pernikahan kepada anak remajanya dari populasi yang ada, yaitu semua orangtua dari mahasiswa jurusan PLS FIP UNNES yang pada tahun 2018 mendapatkan mata kuliah Kependudukan dan Keluarga Berencana.
UUpaya Instruktur dalam Memberdayakan Warga Binaan melalui Pelatihan Las Smaw
Amalia, Iin;
Djumena, Irwan;
Suherman, Suherman
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/pls.v2i2.27482
This research is conduted to find out (1) what is the effort of the instructor in empowering the studens to learn the SMAW welding training at the Training Center (BLK) of Pandeglang Regency? (2) How is the result of the SMAW welding training program in empowering the learners by the instructor at the Training Center (BLK) Pandeglang District? (3) What are the supporting factors and inhibiting factors experienced by the instructor in empowering the learners in the SMAW welding training at the Pandeglang District Training Center (BLK)?. Research method used by writer in this research is descriptive with qualitative approach. In this research with qualitative approach should be based on data or information obtained through research as follows: (1) Interview, (2) Observation, (3) Documentation. The stage of data collection in this research is the orientation stage, exploration stage and member check stage. Processing techniques and data analysis include the reduction phase, data presentation and verification phase. The data source of this research is the instructor and the residents learn at the Training Center (BLK) Pandeglang District. As the end of this discussion, the authors convey the folloswing conclusions: 1. The efforts of the instructor in empowering the people to learn through SMAW welding training at Pandeglang District Training Center (BLK) are a) Creating a climate that enables the potential of developing society (Enabling) b) Actualizing the potential already possessed by the community (Empowering), c) Empowering means also protect (Protecting), 2. The results of the instructor's efforts in empowering the learners through welding training in BLK Pandeglang District are: a) Cognitive, b) Affective, c ) Psychomotor, 3. Supporting factors and inhibiting factors experienced by the instructor in empowering the learners through the SMAW welding training are skilled instructors, the high spirit of the learning community, and the strategic location. While the inhibiting factors are facilities and infrastructure.
Model Literasi Berbasis Entrepreneurship dalam Peningkatan Ekonomi Produktif Perempuan Istri Nelayan Tradisional
Arbarini, Mintarsih;
Rifai, Achmad;
Mulyono, Sungkowo Edy
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/pls.v2i2.27505
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model literasi berbasis entrepreneurship untuk meningkatkan ekonomi produktif bagi istri nelayan tradisional. Model literasi ini sebagai solusi dalam memberdayakan istri nelayan miskin tradisional melalui pembelajaran literasi (membaca, menulis, berhitung, berbicara dan menyimak) berbasis keterampilan kecakapan hidup dan kewirausahaan. Model literasi berbasis entrepreneurship dirancang agar perempuan istri nelayan mampu menghadapi problema kehidupan melalui pembelajaran literasi berbasis kecakapan hidup dan kewirausahaan sebagai solusi dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan. Penelitian dilakukan pada perempuan istri nelayan miskin di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah. Instrumen dan teknik pengumpulan data mengguakan panduan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta focus group discussion (FGD). Subjek penelitian adalah istri nelayan. Teknik analisis data dilakukan dengan menelaah data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi secara deskriptif kualitatif dan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sosial ekonomi dan pendidikan keluarga nelayan dalam kondisi memprihatinka, mereka masih dalam kondisi sosial ekonomi miskin. 3) Upaya-upaya yang dilakukan para istri nelayan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dengan mengandalkan penghasilan yang ada untuk kebutuhan sehari-hari. 3) Pendidikan literasi berbasis entrepreneurship didasarkan pada pemenuhan minat dan kebutuhan istri nelayan tradisional, serta mencakup kegiatan yang membantu mereka untuk mengaplikasikan kemampuan dan keterampilan baru yang diperoleh, guna meningkatkan mutu dan taraf hidupnya. Model literasi yang dikembangkan ini menekankan kebutuhan belajar terkait kecakapan hidup yang terdiri atas berbagai keterampilan vokasional dan juga menekankan pengembangan motivasi bekerja, sikap modern, dan keterampilan-keterampilan kecakapan hidup lainnya yang dapat membangkitkan jiwa wirausaha sehingga dapat meningkatkan ekonomi produktif.