Articles
PERAN KUALITAS LAYANAN DALAM MEMBANGUN KEPUASAN DAN KOMUNIKASI DARI MULUT KE MULUT PASIEN RAWAT JALAN RSD. DR. SOEBANDI JEMBER
Optimasi, Dini;
Irawan, Bambang;
Suroso, Imam
BISMA: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/bisma.v12i2.7889
The purpose of this research is to analyze the effect of service quality on satisfaction and word-of-mouth communication, and the effect of satisfaction on word-of-mouth communication on the outpatients of the Regional Hospital of dr. Soebandi Jember. This is a quantitative research with an explanatory approach. The population is all outpatients of the Regional Hospital dr. Soebandi Jember. Applying purposive sampling method, the sample consists of 180 respondents. Data were analyzed by Structural Equation Modeling (SEM) method. The results show that service quality has no significant effect on satisfaction, service quality has no significant effect on word-of-mouth communication, and satisfaction has a significant effect on word-of-mouth communication. Keywords: Service Quality, Satisfaction, Word-of-Mouth Communication
ظاهرة العضل في النكاح
Budiono, Budiono
The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol 8 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (784.589 KB)
|
DOI: 10.15642/alhukama.2018.8.1.194-214
Perkawinan merupakan salah topic yang telah mendapatkan perhatian yang sangat besar. Memilih suami adalah hak utama seorang wanita tanpa intervensi dari siapapun khususnya wali nikah atau ayahnya. fenomena akhir zaman ini, ada begitu banyak wali nikah yang membuat pernikahan anak perempuannya terhambat atau mempersulitnya dengan dalih yang tak logis. Kebanyakan orang tua melihat dari sudut pandang harta kekayaan, sehingga melarang perkawinan putrinya dikarenan tidak ingin anaknya pasca perkawinan mengalami kesengsaraan dalam hidupnya. Kebutuhan akan nikah itu asasi yang tidak bisa diwakili. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa anak perempuan memiliki hak penuh untuk menentukan calon suaminya, atau jika si anak tidak setuju atas pilihan walinya maka tidak boleh dipaksakan. Melarang perkawinan perempuan dari pihak wali merupakan perbuatan dholim dan akan terjadi fitnah (bencana) dan kerusakan yang luas di muka bumi. para ulama sependapat bahwa wali tidak berhak menghalangi perempuan yang diwalikannya supaya tidak kawin, padahal si pelamar itu se-kufu’ dan dengan mahar mitsl. Jika wali menghalangi pernikahan tersebut, calon pengantin wanita berhak mengadukan perkaranya kepada pengadilan agar perkawinan tersebut dapat dilangsungkan. Dalam keadaan seperti ini, perwalian tidak pindah dari wali yang zhalim kepada wali yang lainnya, tetapi langsung ditangani oleh hakim sendiri sebab menghalangi hal tersebut adalah suatu perbuatan yang zhalim.
Therapeutic Responses of Imatinib and Nilotinib among CML Patients in Hasan Sadikin Hospital Bandung
Sumantri, Agung Firmansyah;
Oehadian, Amaylia;
Wijaya, Indra;
Vidyaniati, Putri;
Rahmaniati, Rahmaniati
Indonesian Journal of Cancer Vol 12, No 3 (2018): July-September
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (843.37 KB)
|
DOI: 10.33371/ijoc.v12i3.615
Introduction: Chronic Myeloid Leukemia (CML) is a myeloproliferative malignancy with an estimated incidence in the world of 1-2 cases per 100,000 adults. The use of Tyrosine Kinase Inhibitors (TKI) as a therapy for CML is still the first choice for treatment, but some cases show a high level of resistance or intolerance to TKI therapy. This study aims to identify the therapeutic responses of imatinib and nilotinib among CML patients in Bandung.Method: This study is an analytical descriptive study of CML patients at Hasan Sadikin Hospital’s Hematology and Medical Oncology Outpatient Clinic in 2017. The total number of samples in this study is 244 patients, consisting of 199 patients with Imatinib therapy and 45 patients with Nilotinib therapy. The data is processed using SPSS Statistics 22.0 software.Result: The results showed that CML patients had a median age of 42 years, sex ratio of 1: 1 and the highest prevalence was in Bandung City (21.3%). Hematologic response is dominated by complete hematologic response, as high as 72.86% with Imatinib and 66.67% with Nilotinib. Molecular response 3-6 months post therapy is dominated by suboptimal response in as many as 36,8% with Imatinib and failure in as many as 50% with Nilotinib. Molecular response 12-18 months post therapy is dominated by failure in as high as 69,4% with Imatinib and 52,4% with Nilotinib.Conclusion: Based on the molecular response, the rates of suboptimal response and resistance are quite high. Regular monitoring standards of therapy for CML patients are needed to identify TKI resistance so alternative therapies can be provided to improve the outcomes.
Identifikasi Faktor Risiko Kecelakaan Kerja Menuju Zero Accident pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu Phase II
Devi, Marta Resmana;
Ismail, Agus;
Walujodjati, Eko
Jurnal Konstruksi Vol 16 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Identifikasi faktor risiko digunakan untuk menggali risiko-risiko yang mungkin dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek konstruksi. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangatlah penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan dalam setiap aktifitas proyek konstruksi bangunan menuju zero accident. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Identifikasi Faktor Risiko Kecelakaan Kerja Menuju Zero Accident pada Proyek Pembangunan Jalan Tol di Sumedang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan menggunakan metode Brainstorming yang merupakan identifikasi awal dari semua risiko yang mungkin akan terjadi, dengan menggunakan sampel foto pada pekerjaan Box Culvert yang telah diidentifikasi peluang kecelakaan berdasarkan klasifikasi jenis kecelakaan dan akibat kecelakaan bedasarkan jenis luka yang di analisis menggunakan penilaian risiko menurut ISO 2008 yang berdasarkan Permen Pu Nomer 09 Tahun 2008. Hasil dengan tingkat frekuensi sedang yang muncul yaitu dengan kriteria 1x dalam 6 bulan. Hasil tersebut menyebutkan bahwa penyedia jasa konstruksi (kontraktor) telah meningkatkan keselamatan pada setiap pekerjaan agar mengurangi peluang risiko kecelakaan kerja yang terjadi untuk menuju zero accident.
Penggunaan Limbah Cangkang Telur, Abu Sekam, dan Copper Slag Sebagai Material Tambahan Pengganti Semen
Fitriani, Siti;
Fathul M, Wiki Muhamad;
Farida, Ida
Jurnal Konstruksi Vol 15 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembangunan dibidang struktur dewasa ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Baik pada pembangunan perumahan, gedung-gedung, jembatan, bendungan, jalan raya, pelabuhan, bandara dan sebagainya. Beton merupakan salah satu pilihan sebagai bahan struktur dalam konstruksi bangunan selain kayu dan logam. Beton diminati karena banyak memilikin kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan bahan lainnya. Beberapa diantaranya adalah harganya relatif murah, mempunyai kekuatan tekan yang besar, tahan lama, tahan terhadap api, bahan baku mudah didapat dan tidak mengalami pembusukan. Hal lain yang mendasari pemilihan dan penggunaan beton sebagai bahan konstruksi adalah faktor efektifitas dan tingkat efisiensinya. Secara umum bahan pengisis (filler) beton terbuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh, mudah diolah (workability) dan mempunyai keawetan (durability) serta kekuatan (strenght) yang sangat diperlukan dalam pembangunan suatu konstruksi. Namun di era sekarang beton ramah lingkungan merupakan hal yang sedang marak diteliti karena beton jenis ini menggunakan bahan yang hampir tidak mempunyai dampak pada lingkungan, begitupun bahan yang kami gunakan pada lomba inovasi beton tahun ini merupakan bahan limbah tak terpakai yaitu cangkang telur, yang dimana cangkang telur ini mempunyai kandungan kalsium karbonat. Dalam cangkang telur dimanfaatkan sebagai bahan aditif dalam campuran beton.
Kerugian Finansial Akibat Kemacetan Ditinjau Dari Bahan Bakar Minyak di Kabupaten Garut (Studi Kasus Jalan Jendral Ahmad Yani)
Maptuhi, Azmi Choerul;
Farida, Ida;
Susetyaningsih, Adi
Jurnal Konstruksi Vol 16 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Padatnya pergerakan lalu lintas menyebabkan penumpukan kendaraan dititik tertentu yang mengakibatkan kemacetan dikarenakan padatnya volume dan tingginya hambatan samping sehingga mempengaruhi kapasitas jalan, khususnya pada Ruas Jalan Jendral Ahmad Yani yang berada di wilayah Kabupaten Garut yang merupakan daerah komersial. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan kerugian finansial bagi pengguna jalan yang berdampak pada pemborosan bahan bakar minyak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kerugian finansial akibat kemacetan ditinjau dari bahan bakar minyak pada jenis kendaraan yang berbeda dengan melalui pengolahan data menggunakan metode yang diterbitkan Departemen Perkjaan Umum PD-T-15-2005-B untuk mencari biaya konsumsi bahan bakar dan MKJI 1997 untuk menganalisis ruas jalan. Dari hasil analisis didapatkan nilai kerugian finansial tertinggi akibat kemacetan ditinjau dari bahan bakar minyak dengan berbagai jenis kendaraan berbahan bakar premium dan solar di Minggu kesatu dan Minggu kedua adalah pada Hari Rabu dengan total pertahun Rp.4,836,235,04/Km untuk Minggu kesatu dan Rp. 5,163,933,13/Km untuk Minggu kedua. Tingginya nilai kerugian pada Hari Rabu diakibatkan oleh rendahnya kecepatan kendaraan dan padatnya volume lalu lintas yang menyebabkan kerugian lebih besar. Dengan besarnya nilai kerugian yang ditimbulkan kemacetan alangkah baiknya nilai kerugian tersebut disalurkan untuk perbaikan sarana dan prasarana jalan agar dapat mengurangi nilai kerugian bahan bakar minyak.
Analisa Efektivitas Waktu dan Biaya Proyek Ditinjau Dari Unsur – Unsur Manajemen Proyek (Studi Kasus Overlay Runway Bandara Innternasional Soekarno - Hatta)
Soleha, Ratih;
Ismail, Agus
Jurnal Konstruksi Vol 16 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Analisa Efektivitas Waktu dan Biaya Proyek ditinjau dari Unsur – Unsur Manajemen Proyek. Masalah keterlambatan dalam industri konstruksi merupakan fenoemena nasional dan tidak terkecuali pada proyek Overlay Runway Bandara Internasional Soekarno – Hatta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)apa saja faktor – fator keterlambatan yang berpengaruh terhadap pelaksanaan proyek Overlay Runway Bandara Internasional Soekarno – Hatta. (2) apa saja yang timbul dari keterlambatan proyek pada pelaksanaan proyek Overlay Runway Bandara Internasional Soekarno – Hatta. (3) Bagaimana pengaruh faktor keterlambatan pelakanaan proyek Overlay Runway Bandara Internasional Soekarno – Hatta.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kaulitatif, penelitian ini tidak diarahkan untuk untuk membuktikan hipotesis, tetapi lebih ditekankan pada pengumpulan data yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan sesungguhnya yang terjadi di lapangan. Teknik analisa data yang digunakan yaitu menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, faktor keterlambatan dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap efektivitas waktu dan biaya proyek.Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa: (1) Faktor keterlambatan yang mempengaruhi terhadap keterlambatan proyek adalah faktor NOTAM dan cuaca buruk. (2) Keterlambatan tersebut berdampak terhadap efektivitas waktu dan biaya proyek, dimana efektivitas waktu pada proyek Overlay Runway Bandara Internasional Soekarno – Hatta sebesar 34,88% dan efektivitas biaya proyek sebesar 38,22%. (3) Solusi yang bisa dilakukan berdasarkan faktor keterlambatan yaitu dengan cara mengajukan NOTAM tambahan dan menghindari bulan – bulan musim penghujan.
MODEL PERGERAKAN BAHAN PENCEMAR MINYAK DISEL PADAAKUIFER BATUPASIR FORMASI VOLKANIK MERAPI MUDA
Setyaningsih, Wahyu
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 7, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jg.v7i2.79
Pencemaran merupakan penyebab utama penurunan kulaitas airtanah terutama di daerah perkotaan. Pencemaran umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia diantaranya penggunaan bahan bakar hidrokarbon. Salah satu produk hidrokarbon yang digunakan dalam transportasi missal adalah bahan bakar minyak disel. Minyak disel digunakan sebagai bahan bakar kereta api di Indonesia. Dalam proses pemanfaatan minyak disel terjadi pencemaran airtanah di daerah Jlagran-gandekan, yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan melakukan penyelidikan kondisi sistem alami daerah penelitian. Benzene digunakan sebagai parameter dalam pemodelan transport polutan. Kadar benzene diperoleh dari hasil analisa sampel airtanah pada sumur-sumur penduduk. Data kondisi sistem alami dan kadar benzene diolah dengan menggunakan perangkat lunak Visual Modflow 3.1.0. Model yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat prediksi penyebaran pencemaran pada masa mendatang. Dari hasil pemodelan diketahui bahwa airtanah didaerah penelitian bergerak dari utara ke selatan dan barat daya. Karena berat jenisnya lebih ringan dari air, partikel benzene akan bergerak mengikuti arah aliran airtanah. Waktu tempuh benzene dalam airtanah rata-rata 1,99 tahun. Pada tahun 2010 diprediksikan panjang penyebaran pencemaran solar adalah 900 meter dengan konsentrasi solar kurang lebih 36585,36 mg/l. Penanggulangan pencemaran hidrokarbon di daerah penelitian dapat dilakukan dengan melakukan pemompaan, pembuatan tanggul penahan dan bioremediasi. Kata-kata Kunci : Pemodelan,Hidrokarbon, Plume
MENGUNGKAP POTENSI KABUPATEN REMBANG SEBAGAI GEOWISATA DAN LABORATORIUM LAPANGAN GEOGRAFI
Indrayati, Ariyani;
Setyaningsih, Wahyu
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 14, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jg.v14i1.9773
Riset yang dilakukan oleh tim dosen dari Jurusan Geografi, telah mengidentifikasi 17 lokasi potensial calon destinasi ekowisata sekaligus sebagai laboratorium lapangan geografi. Keseluruhan lokasi berada di Kabupaten Rembang, yang tersebar pada 10 kecamatan.Penelitian ini diawali dengan serangkaian survei cepat terintegrasi, dengan cara pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan mengenai potensi dan permasalahan di Kabupaten Rembang terkait geowisata (geotourism). Variabel yang datanya dikumpulkan meliputi gejala atau fenomena alam seperti gunung, lahan karst, pantai. Berikutnya adalah hasil budidaya manusia, seperti hutan, waduk, dan artefak. Hasil analisis data diklasifikasikan menjadi tipologi objek pariwisata, berdasar bentuk lahannya. Berikutnya adalah pemetaan sebaran lokasi dengan sistem pemosisi global atau GPS (global positioning systim) dan analisis aksesibilitas objek-objek geowisata dan titik (site) calon lokasi laboratorium lapangan geografi. Berikutnya Focus Group Discution (FGD) dilakukan untuk menyusun arahan kebijakan pengembangan pariwisata yang berupa Rencana Strategis di Bidang Geo wisata dan laboratorium geografi geografian.Sebaran lokasi objek-objek wisata di Kabupaten Rembang merata di seluruh wilayah, baik di daerah kepesisiran maupun di daerah pedalaman, yaitu perbukitan vulkanik maupun perbukitan karst. Aksesibilitas yang baik ditandai dengan ketersediaan akses jalan dan sarana transportasi hampir ke seluruh lokasi, kecuali di akses ke Pulau Gede yang belum dilengkapi dermaga dan akses ke perbukitan ultra-basalt di pantai Jatisari yang tidak dapat dilalui bis wisata ukuran besar. Kesimpulan akhir adalah potensi objek-objek pariwisata tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi geowisata dan laboratorium geografi sebagian besar telah terpenuhi dan sebagian berpotensi untuk terpenuhi dengan mengembangkan aspek infrastruktur dan peningkatan sumberdaya pengelola.
POTENSI LAPANGAN PANAS BUMI GEDONGSONGO SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF DAN PENUNJANG PEREKONOMIAN DAERAH
Setyaningsih, Wahyu
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jg.v11i1.8054
Indonesia as a country with over than 300 million people population needsalternative sources of energy to overcome the future energy crisis. Based ontectonic conditions, Indonesia is a country rich in geothermal sources which canbe utilized as an alternative energy source, especially for power generation andas supporting tools to industry, agriculture, fisheries and other potential areasdevelopment. Semarang district has sufficient geothermal potential to bedeveloped, such as Gedongsongo geothermal field. Temperatures were obtainedusing the method of gas Geothermometer Fumarole in Gedongsongo is at 223ºC,thus Gedongsongo geothermal areas have highly potential for electric power andother economic activities. In the future, this potential can be utilized as analternative energy source that could be capable to fullfilled the community needs.