Articles
PENERAPAN MODEL BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN NISAM ANTARA
Nazaruddin, Nazaruddin;
Muharramsyah, Rambang;
Iqbal, Muhammad
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 1 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56667/de_journal.v5i1.1301
The background to this research is the low learning achievement in Social Sciences Theme 3 Figures and Inventions sub theme 1 Inventors who changed the world in class VI of SD Negeri 7 Nisam Antara. Apart from that, students' motivation and learning activities are still low because teachers only use conventional models in learning. Based on these problems, researchers apply the Role Playing learning model. as an effort to improve student learning achievement. This research is Classroom Action Research. The subjects of this research were 20 class VI students at SD Negeri 7 Nisam Antara for the 2022/2023 academic year. The research was carried out in 3 cycles, each cycle consisting of 2 meetings. The data sources in this research are class VI students, class teachers, and document data. The data collected is qualitative data covering student learning activities and teacher performance, and quantitative data includes student academic performance, class average, and classical learning completion. Data collection techniques include tests and non-tests which include observation and recording. Data collection tools include tests and observation sheets. A research is declared successful if student academic performance and teacher performance in student learning activities increase according to the predetermined success indicators. The results of cycle-by-cycle research can be concluded that the Role Playing learning model can improve student learning achievement, class average, classical learning completeness, and learning activities for class VI students at State Elementary Schools in Nisam Antara District.
TINJAUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP TUNTUTAN JAKSA DAN PUTUSAN HAKIM DALAM DELIK PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN
Saharuddin Daming;
Muhammad Iqbal
YUSTISI Vol 10 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/yustisi.v10i3.15194
Dalam UUD 1945 maupun UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlindungan untuk bebas dari segala bentuk ancaman maupun gangguan rasa aman atas pribadi, keluarga dan harta bendanya. Namun dalam kenyataan, hal tersebut sering mendapat tantangan dengan terjadinya berbagai bentuk kejahatan, khususnya pencurian dengan pemberatan. Ada segelintir orang yang dipicu oleh berbagai faktor, kehilangan hati nurani dan logika sehat sehingga berani melakukan pencurian dengan pemberatan ,meski berhadapan dengan risiko, pemidanaan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa materi tuntutan jaksa maupun putusan hakim terhadap pelaku pencurian dengan pemberatan umumnya sesuai dengan hukum pidana karena jaksa dan hakim menggunakan pasal 363 KUHpidana sebagai dasar dakwaan dan tuntutan kepada terdakwa. Namun jaksa maupun hakim sangat mengabaikan prinsip dan nilai HAM dalam tuntutan maupun putusan hakim padahal prinsip dan nilai HAM sudah lama merupakan bagian dari hukum positif di Indonesia. Dengan demikian, maka jaksa maupun hakim sebagai bagian dari penegak hukum haruslah tunduk dan patuh menjalankan serta menerapkan norma HAM dalam setiap penanganan perkara. Apabila hal tersebut diabaikan, berarti jaksa dan hakim dapat dianggap melakukan pelanggaran HAM karena sengaja atau lalai mengesampingkan norma HAM dalam penegakan hukum. Kata Kunci: Pencurian, Tuntutan, Putusan, Hukum, Hak Asasi Manusia
Efektifitas Fasilitas Umum Mall Tempat Ibadah Sebagai Penunjang Pariwisata Kota Bandar Lampung
Iqbal, Muhammad;
Umar, M Abdullah;
Oktavia, Rahma
Jurnal Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Vol 3 No 2 (2024): Journal of Syariah Economic and Halal Tourism (JSEHT)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) ALIFA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70371/jseht.v3i2.241
Bandar Lampung has a strategic location and of course has quite a lot of tourist destinations. Tourism in Bandar Lampung is quite diverse, ranging from Hills, Beaches, Museums, Artificial Tourist Attractions and Malls. The purpose of the study was to see the effectiveness of public facilities in the form of places of worship as a support for tourism in Bandar Lampung. This research method is a qualitative method. Data sources were obtained from researchers visiting research objects and conducting surveys, then the survey results were studied using theories related to Sharia management, then presented and conclusions were drawn. The research objects that the researchers used were 8 large malls in Bandar Lampung. The results of the study were 1) All malls in Bandar Lampung have provided prayer room facilities as places of worship. 2) The prayer rooms provided have met the provisions of Islamic Sharia but are still not in the category of upholding the specialness of worship. The prayer room is only limited to users being able to perform worship. 3) In the category of needs and comfort, the prayer rooms in the mall in Bandar Lampung City still need to be improved to a higher level, because the provision of facilities and cleanliness of the prayer rooms still need attention from managers or even the local government.
TINJAUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP TUNTUTAN JAKSA DAN PUTUSAN HAKIM DALAM DELIK PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN
Saharuddin Daming;
Muhammad Iqbal
YUSTISI Vol 10 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/yustisi.v10i3.15194
Dalam UUD 1945 maupun UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlindungan untuk bebas dari segala bentuk ancaman maupun gangguan rasa aman atas pribadi, keluarga dan harta bendanya. Namun dalam kenyataan, hal tersebut sering mendapat tantangan dengan terjadinya berbagai bentuk kejahatan, khususnya pencurian dengan pemberatan. Ada segelintir orang yang dipicu oleh berbagai faktor, kehilangan hati nurani dan logika sehat sehingga berani melakukan pencurian dengan pemberatan ,meski berhadapan dengan risiko, pemidanaan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa materi tuntutan jaksa maupun putusan hakim terhadap pelaku pencurian dengan pemberatan umumnya sesuai dengan hukum pidana karena jaksa dan hakim menggunakan pasal 363 KUHpidana sebagai dasar dakwaan dan tuntutan kepada terdakwa. Namun jaksa maupun hakim sangat mengabaikan prinsip dan nilai HAM dalam tuntutan maupun putusan hakim padahal prinsip dan nilai HAM sudah lama merupakan bagian dari hukum positif di Indonesia. Dengan demikian, maka jaksa maupun hakim sebagai bagian dari penegak hukum haruslah tunduk dan patuh menjalankan serta menerapkan norma HAM dalam setiap penanganan perkara. Apabila hal tersebut diabaikan, berarti jaksa dan hakim dapat dianggap melakukan pelanggaran HAM karena sengaja atau lalai mengesampingkan norma HAM dalam penegakan hukum. Kata Kunci: Pencurian, Tuntutan, Putusan, Hukum, Hak Asasi Manusia
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA TERPADU MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI
MULYANI, MULYANI
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61116/jipp.v1i3.244
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran inquiri dalam meningkatkan prestasi belajar IPA terpadu pada siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-D di SMP Negeri 1 Suralaga yang berjumlah 21 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes evaluasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan menganalisis data hasil belajar, tidak hanya itu akan tetapi juga menganalisi hasil observasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiri dapat meningkatkan prestasi belajar IPA terpadu siswa.
Penyuluhan Investasi di Era New Normal di SMAN 1 Baleendah
Sofwan, Syifa Vidya;
Anggraeni, Iseu;
Priatna, Husaeri;
Iqbal, Muhammad
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v7i1.17962
Penyuluhan investasi telah dilaksanakan di SMAN 1 Baleendah dengan tujuan meningkatkan literasi keuangan siswa, khususnya dalam bidang investasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan generasi muda dan pentingnya pemahaman investasi sejak dini. Metode yang digunakan meliputi presentasi interaktif, diskusi, simulasi investasi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada literasi keuangan siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dari pre-test ke post-test sebesar 82.5%. Simulasi investasi terbukti efektif dalam memberikan pengalaman praktis dan meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep risiko, imbal hasil, dan diversifikasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan dan investasi di kalangan siswa. Disarankan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah.
Multicultural Dispute Resolution System in Aceh Before and After the Issuance of the Customary Institution Qanun
Mawar, Sitti;
Iqbal, Muhammad
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol 9, No 1 (2025): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/sjhk.v9i1.19767
The existence of customary institutions in Aceh has contributed significantly to the resolution of disputes in society. The existence of customary institutions has experienced ups and downs in accordance with the legal rules and regulations set by the government. This study is a normative legal study through a study based on the theory of legal pluralism, utilizing historical, conceptual, and comparative legal research techniques. The use of the theory of legal pluralism has recently been widely carried out through historical, conceptual, comparative, sociological and anthropological research on law. This study focuses on the multicultural settlement system in customary institutions before and after the enactment of Qanun Number 10 of 2008 in resolving household cases. The results of the study obtained by customary justice institutions in Aceh before and after the enactment of Qanun Customary institutions are the same, they still use local wisdom in resolving household disputes by prioritizing the customs of the community that have been established since the Indatu era, the difference with the issuance of qanun makes the function of the figure institution in its role in the customary institution clearer. The customary apparatus of Tuha peut Gampông is the party that plays a responsible role so that the resolution of the dispute/case does not cause losses to the parties, but makes maximum efforts to achieve peace. The leaders of customary institutions have the main responsibility of implementing the settlement process, deciding fairly, protecting the rights of the parties, recording the process and decisions and documenting documents. From the perspective of legal pluralism, dispute resolution through customary institutions is part of the recognition of the diversity of legal systems and the existence of customs in Aceh.
The Bamboo Greenhouse Technology For Hydroganic Plants with Independent Photovoltaic Energy in the Food Safety Program
Budiyanto, Hery;
Setiawan, Aries Boedi;
Haris, Munanto;
Iqbal, Muhammad;
Sonalitha, Elta
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 12 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/lw.v12i1.3676
The development of the city has made a lot of agricultural land turned into residential land and other urban facilities so that agricultural land becomes increasingly narrow so that it can weaken the food safety program. Another way is needed to utilize narrow land in an effort to develop agricultural products, namely by farming and maintaining fish hydroganic. Hydroganic comes from the words "Hydro" and "Organic" which are defined as organic cultivation systems by combining the hydro system and the organic system. The main source of nutrition from hydroganic is obtained from solid and liquid organic fertilizer and fish pond water that is treated as plant nutrition. The Hydroganic Technology Dissemination Program with independent electricity sources from solar power plants was carried out in Kampung Bunga Grangsil, Jambangan Village, Dampit District, Malang Regency. Communities that are the perpetrators of the activities are the Tourism Awareness Group "Kampoeng Boenga Grangsil" and the "Syakura Arum" Farmer Women's Group. The research method uses a descriptive qualitative method, beginning with the design, the creation of an Independent Energy Hydroganic Greenhouse and the planting of vegetables and fish stocking. Retrieval of data in the form of observations and documentation of photos and videos on activities: a) lectures and discussions; b) practice of making bamboo structures greenhouses; c) the practice of installing hydroganic plants; d) the practice of installing solar power plants; e) Hydroganic vegetable and fish growing practices. Through this program the construction of a tunnel-shaped greenhouse with bamboo structure has been carried out successfully, 2 (two) hydroganic farming facilities complete with fish ponds, 1 (one) solar power generation unit consisting of 4 solar panels each with a capacity of 100 wp with energy storage in the form of a 100 AH 12 V battery and a 1000 WH inverter in sunny conditions producing a minimum of 13.6 Amp, 18.8 V can meet the energy needs to drive the water circulation pump and greenhouse lighting lamps and the surrounding environment. Planting sla and mustard greens as well as spreading catfish and tilapia in mid-August 2019, lettuce vegetables can be harvested at the end of September 2019. The success that can be seen is that when farmers cannot grow vegetables in dry land, the vegetable plants in this hydroganic greenhouse remain fertile and healthy because water circulation occurs continuously. Tunnel-shaped greenhouse with bamboo structure using independent energy for hydropower farming is very practical, efficient and quick to build and can be planted with vegetables and spread fish throughout the year without pause is expected to be a prototype of modern agricultural and fishery facilities without relying on the rainy or dry season in the framework of the program increase national scale food safety. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v12i1.3676
Digitalization and Strategic Development in Enhancing Islamic Pawnshop Products for Financial Inclusion
Haliding, Safri;
Alfiani, Alfiani;
Majid, Jamaluddin;
Badollahi, Ismail;
Marsuni, Nur Sandi
INVOICE : JURNAL ILMU AKUNTANSI Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The advancement of Islamic pawnshops in the digital era reflects a strategic move toward increasing competitiveness and enhancing financial inclusion. This study aims to examine the implementation and effectiveness of the Digital Islamic Pawnshop Information System, particularly in improving service accessibility, operational efficiency, and customer engagement. Using a qualitative approach with case analysis and literature synthesis, the study identifies key benefits such as remote transaction capabilities, streamlined application processes, and improved customer responsiveness. Findings indicate that digital transformation in Islamic pawnshops significantly contributes to financial inclusion by expanding access for underserved communities. However, the transition also faces challenges, including limited internet infrastructure, digital literacy gaps, and cybersecurity risks. To address these issues, Islamic pawnshops have adopted digital education initiatives and are gradually strengthening data protection protocols. This study highlights the need for continuous innovation and policy support to optimize digital service delivery in Islamic finance, reinforcing its role in achieving inclusive economic development.
Peran Kiai Gede Pada Masa Kesultanan Kutaringin Di Kalimantan Tengah (1673-1711)
Pambajeng, Ana;
Iqbal, Muhammad;
Suryanti
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71456/jis.v2i1.629
Penelitian ini didasarkan pada sejarah lokal berkaitan dengan datangnya islam beserta tokoh-tokoh yang ada di Kalimantan Tengah. Atas dasar tersebut yang menjadi masalah pokok penelitian ini adalah peran dari seorang tokoh yang banyak di kenal di daerah Kotawaringin Barat dengan sebutan Kiai Gede yang pernah menjabat sebagai Mangkubumi di Kesultanan Kutaringin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kiai Gede di Kesultanan Kutaringin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskripsi. Tempat penelitian dilakukan di Kotawaringin lama yang merupakan pusat pemerintahan pertama dari Kesultanan Kutaringin dan makam Kiai Gede serta Pangkalan Bun yang merupakan pusat pemerintahan kedua dari Kesultanan Kutaringin setelah dipindahnya pusat pemerintahan dari Kotawaringn Lama ke Pangkalan Bun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan antara lain : Observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa Kiai Gede merupakan tokoh yang dihormati masyarakat sejak masa Kesultanan hingga sekarang, Kiai Gede juga merupakan seorang Demang di Kotawaringin Lama yang kemudian menerima ajaran islam yang dibawa oleh Pangeran Adipati Antakusuma dan menjabat sebagai Mangkubumi pada masa kesultanan Kutaringin karena keahliannya di bidang militer atau keamanan.