Articles
UJI BEBERAPA ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg) STUM MATA TIDUR
Arif, Muhammad;
', Murniati;
', Ardian
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rubber plant (Hevea brasiliensis Muell Arg) was one of important plantation commodity as second source of foreign exchange after palm oil. The main result of rubber tree is latex as raw material for manufacture of transport equipment, medical and household appliances. This study aimed to determine the effect of the use some natural plant growth regulators on the growth of budded stump and get the best of natural plant growth regulators for budded stump rubber plant. This research has been carried out in technical services unit of Agriculture Faculty, Riau University. This research was conducted with completely randomized design (CDR) consisting of 4 treatment namely : without giving PGR, giving coconut water, green bean extract, and young bamboo extract. Each treatment was repeated 4 times with each unit consisting of 3 seedling experiment and total number of seedling was prepare 48 seedling. The data were analyzed used analysis of variance (ANOVA) and continued by least significant difference (LSD) at 5%. The parameters measured were : buds appear time, shoot length, number of petiole, shoot diameter and leaf area. The result showed that provision of coconut water with 750 cc/l concentration showed the best growth of budded stump rubber plant at parameters buds appear time, shoot length, number of petiole and shoot diameter. Keyword : rubber plant, budded stump, plant growth regulators
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN BAHU DENGAN HASIL FREE THROW PADA PERMAINAN TIM BOLA BASKET PUTRA SMAN 14 PEKANBARU
Arif, Muhammad;
Agust, Kristi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 2, No 2 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract: this research was done to know it there was relation between the strength of the arm muscle and shoulder. By giving free throw in basketball game in SMAN 14 Pekanbaru. So they could play well and corectly. The population of this research was correlation methode. The population of this research was the basketball players in SMAN 14 Pekanbaru players in SMAN 14 Pekanbaru. The technique of taking samples was the whole population (total sampling). The instrument used in this research was expanding dynamometer. Which is aimed to measure the strength of the arm muscle and shoulder. By giving shooting test free throw. Afterwards, the data was treated with statistic to examine the normality by using lilifors test. In significant level 0,052 the submited hypotethesis was infered that there was a significative relation between the strength of the arm muscle and shoulder by giving free throw in basketball game in SMAN 14 Pekanbaru. According to the analysis of lilifors test generated Lcount (Y) was 0,1157 and Ltable was Ltable was 0,258 and then, Lcount (Y) was 0,1324 and Ltable was 0,258 meant Lcount < Ltable. It meant that the samples were from the normal distributive population. After that, it showed the calculation of product moment correlation was obtained Rcount 0,854 and rtable 0,666 meant rcount > rtable so it made ho was received and Ha was refused.Therefore, there was a significative relation between the strength of the arm muscle and shoulder by giving free throw in basketball game in SMAN 14 Pekanbaru.Keywords: the strength of the arm muscle and shoulder ,by giving free throw
HARMONI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL
Taufik, Muhammad
Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol 12, No 2 (2013): Jurnal Ilmu Ushuluddin
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jiu.v12i2.692
This paper discusses the harmony of Islam and local traditions. This was motivated by Islamic beliefs and interacted with the existing culture and acculturation eventually grew slowly with the local culture was patterned animism, dynamism, and Hindu-Buddhist. Meeting and traditions of Islam in the archipelago reinforced the concept of the harmony of Islam and local culture that could live hand in hand with each value, in example were religious values and the values and traditions that have been acculturated into contact directly. Both were considered by the community something to be respected and preserved. So this proved the fabric of harmony between the two equally spawned Islamic traits that interacted and adapted that spawned a local feature that was commonly referred to as local wisdom.
KONSEP TEOLOGI DAN HUMANISME DALAM FILSAFAT CINA
Taufik, Muhammad
Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol 10, No 2 (2011): Jurnal Ilmu Ushuluddin
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jiu.v10i2.750
Filsafat Cina tidak cenderung terlalu ekstrim menekankan pemikiran filsaafat âkeluarâ maupun âke dalamâ. Filsafat Cina lebih menekankan keseimbangan di antarakeduanya. Dalam konsep humanisme pemikiran filsafat Cina mempunyai coraktersendiri bila dibandingkan dengan humanisme yang dianut di Barat dan padaumumnya. Humanisme dalam tradisi Cina tidak ada pengingkaran pada Yang MahaAgung yang menunjukkan adanya unifikasi dengan antara manusia sebagai Makhlukdan Tuhan sebagai Khalik.
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Peer Lesson terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMK
Zulkarnain, Iskandar;
Hanisah Yukti Sari, Rospala
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu tujuan matematika pada pendidikan menengah adalah agar siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah. Untuk membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat digunakan model pembelajaran. Model pembelajaran kooperatiftipe peer lesson (tutor sebaya) merupakan salah satu teknik instruksional dari belajar kooperatif yang menempatkan seluruh tanggung jawab pengajaran kepada siswa, karena siswa berperan sebagai guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe peer lesson di SMK Negeri Banjarmasin. (2) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model cooperative learning tipe peer lesson di SMK Negeri Banjarmasin. (3) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif di SMK Negeri Banjarmasin. (4) pengaruh model cooperative learning tipe peer lesson terhadap kemampuan pemecahan matematis siswa di SMK Negeri Banjarmasin. Â Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan populasi seluruh siswa kelas X RPL SMK Negeri 4 Banjarmasin. Sampel diambil secara acak, yaitu mengambil dua kelas secara acak yang tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, tes, dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dengan menerapkan model cooperative learning tipe peer lesson cenderung kurang baik, hasil pencapaian dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas eksperimen baik, hasil pencapaian dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas kontrol kurang baik, terdapat pengaruh penerapan model cooperative learning tipe peer lesson terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa..Kata kunci: cooperative learning tipe peer lesson, kemampuan pemecahan masalah matematisÂ
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair and Share terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama
Zulkarnain, Iskandar;
Djamilah, Soraya
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan pemahaman matematis merupakan salah satu kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi yang menyokong kemampuan pemecahan masalah. Namun saat ini permasalahan yang dihadapi adalah siswa masih merasa kesulitan memahami materi akibat kurang optimalnya kemampuan berpikir siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa adalah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 15. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen pembelajaran dilakukan menggunakan pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS, sedangkan kelas kontrol menggunakan pendekatan saintifik. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas kontrol yang menggunakan pendekatan saintifik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa sekolah menengah pertama.              Kata kunci:  pendekatan saintifik, think pair share, kemampuan pemahaman matematis
Model Pembelajaran Generatif untuk Mengembangkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa
Zulkarnain, Iskandar;
Rahmawati, Agustini
EDU-MAT Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Matematika sebagai ilmu dasar bagi pengembangan disiplin ilmu yang lain memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, pentingnya matematika bagi kehidupan tidak sejalan dengan hasil pendidikan matematika (kemampuan matematis siswa).Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan penggunaan model pembelajaran generatif, yaitu model yang menuntut siswa aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran generatif dengan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran generatif . Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu  dengan populasi seluruh kelas VIII SMP Negeri 10 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling yang dilanjutkan dengan random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perhitungan rata-rata, uji normalitas, uji homogenitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan  yang signifikan rata-rata perkembangan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Rata-rata perkembangan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran generatif lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Hal ini juga didukung oleh hasil angket siswa yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Kata kunci : model pembelajaran generatif, kemampuan penalaran matematis.
PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MEMINIMALISASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA
Fitria, Fitria;
Priatmoko, Sigit;
Kasmui, Kasmui
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan multimedia interaktif dapat meminimalisasi miskonsepsi siswa pada materi pokok larutan penyangga. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental design yang berbentuk pretest-posttest control group design. Subyek penelitian ini terdiri atas 33 siswa kelas eksperimen dan 33 siswa kelas kontrol. Tingkat penguasaan konsep larutan penyangga diperoleh dari hasil tes diagnostik miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata proporsi siswa yang mengalami miskonsepsi pada kelas eksperimen sebanyak 9 dari 33 siswa sedangkan pada kelas kontrol sebanyak 14 dari 33 siswa. Nilai gain ternormalisasi kelas eksperimen 0,64 dan kelas kontrol 0,5 yang berarti peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. Skor jawaban siswa yang tergolong miskonsepsi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama. Hasil uji t satu pihak kiri menunjukkan bahwa t hitung (-4,89) < - t (- 1,67) yang berarti rata-rata jawaban yang tergolong miskonsepsi kelas eksperimen lebih rendah daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia interaktif dapat digunakan untuk meminimalkan miskonsepsi siswa pada materi pokok larutan penyangga.This study aimed to know whether the using of interactive multimedia can minimalize student misconceptions in buffer solution subject. Research design used true experimental design by pretest-posttest control group design. The subject consist of 33 students of experimental class and 33 students of control class. Level of conceptual understanding was collected by using misconception diagnostic test technique. The result of this study showed that mean of misconception proportion at experimental class is 9 of 33 studets, while the mean of misconceptions proportion at control class is 14 of 33 students. The normalized gain score of experimental class is 0,64, while the normalized gain score of control class is 0,5. Itâs mean that study result increase in cognitive aspect of experimental class better than control class. The student misconceptions score of experimental class and control class was normal and has the same variant. The result of t-test showed that t (-4,89) < -t (-1,67). Itâs mean the misconceptions score mean of experimental class less than control class. Based on the result of this study, it can be concluded that using of interactive multimedia can minimalize student misconceptions in buffer solution subject matter.
PERBEDAAN KREATIVITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR (SD) DAN SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT)
Marfu’ah, Jauhariatun;
Suparno, Suparno;
Dewi, Rosana
Indigenous Vol. 9, No.1, Mei 2007
Publisher : Muhammadiyah University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kreativitas pada siswa SD dan SDIT dan untuk mengetahui perbedaan kreativitas pada siswa yang berinteligensi tinggi dan rendah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada perbedaan kreativitas pada siswa SD dan SDIT dan ada perbedaan kreativitas pada siswa yang memiliki inteligensi tinggi dan rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD dan SDIT di Salatiga. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan alat tes TKF dan CPM. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teknik analisis dwivariat uji-t, menghasilkan t antar kelompok sebesar -2.887 dengan p = 0.005 atau p < 0.05 yang berarti ada perbedaan kreativitas yang signifikan pada siswa SD dan SDIT, dan sebesar 1.556 dengan p = 0.127 atau p > 0.05 yang berarti tidak ada perbedaan kreativitas yang signifikan pada siswa yang memiliki inteligensi tinggi dan rendah. Sistem pendidikan memberikan sumbangan efektif sebesar 1.14 % terhadap kreativitas siswa dan inteligensi memberikan sumbangan efektif sebesar 7.2 % terhadap kreativitas siswa
KINERJA KARYAWAN DITINJAU DARI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL
Palgunanto, Yusuf;
Suparno, Suparno;
Dwityanto, Achmad
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan wiraniaga PT. AJB Bumiputera 1912 cabang Salatiga yang berjumlah 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah studi populasi, yaitu subjek yang digunakan dalam penelitian diambil keseluruhan dari jumlah populasi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala gaya kepemimpinan transformasional dan data dokumentasi kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment diperoleh nilai korelasi (r) 0.463 dengan p < 0.01 artinya ada hubungan positif yang sangat signiï¬ kan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja. Semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi kinerja. Peranan atau sumbangan efektif gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja sebesar 21.4% yang ditunjukkan oleh nilai koeï¬ sien determinan (r2) sebesar 0.214. Hal ini berarti masih terdapat 78.6% faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja di luar variabel gaya kepemimpinan transformasional.