Articles
MENINGKATKAN PEMAHAMAN BELAJAR DENGAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CUTTING SISTEM AC
Mirza Mirhadi;
Arif Susanto
Auto Tech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo Vol 11, No 01 (2018): JURNAL AUTOTECH
Publisher : Pendidikan Teknik Otomotif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (937.189 KB)
|
DOI: 10.37729/autotech.v11i01.4305
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimana prosedur mengembangkan media pembelajaran cutting sistem AC di Prodi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo, (2) untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran Cutting sistem AC untuk digunakan dalam pembelajaran di Prodi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo, (3) untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajararan dengan menggunakan media pembelajaran cutting sistem AC di Prodi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo, dan (4) Bagaimana peningkatan pemahaman belajar mahasiswa dengan menggunakan media pembelajaran cutting sistem AC di Prodi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo.Penelitian ini menggunakan metode Research And Development R & D. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo. Validasi media pembelajaran menggunakan instrumen angket, diberikan kepada ahli dan responden atau mahasiswa dengan skala Likert empat pilihan. Data pemahaman belajar menggunakan data dokumentasi hasil evaluasi. Analisis data hasil penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pengembangan media pembelajaran yang di kembangkan yaitu berupa media pembelajaran Cutting Sistem AC. 2) Tahap uji validitas oleh ahli materi dan media mendapatkan kategori “cukup valid”, dan uji kelayakan oleh responden atau mahasiswa, media pembelajaran Cutting sistem AC pada kelompok kecil persentase skor 81,83% dan kelompok besar 81,20%; dengan kategori “ valid”. 3) Pada penelitian, pelaksanaan pembelajaran dari pencapaian pemahaman belajar didapatkan nilai rata-rata mahasiswa kelompok eksperimen menggunakan media pembelajaran Cutting sistem AC sebesar 79,20 dan nilai rata-rata mahasiswa kelompok kontrol yang tidak menggunakan media pembelajaran Cutting sistem AC sebesar 67,20.Kata kunci : Media Pembelajaran, Cutting, Pemahaman Belajar
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KARAKTER KERJA INDUSTRI OTOMOTIF PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Arif susanto
Auto Tech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo Vol 11, No 02 (2018): JURNAL AUTOTECH
Publisher : Pendidikan Teknik Otomotif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (403.715 KB)
|
DOI: 10.37729/autotech.v11i02.4449
Peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diyakini memiliki konstribusi yang besar bagi perkembangan masyarakat dan peningkatan ekonomi suatu negara. Daya saing negara bergantung pada tenaga kerja yang memilik pengetahuan dan keterampilan, karena mereka akan meningkatkan efisiensi dan nilai tambah produksi. SMK adalah tempat untuk menyiapkan tenaga kerja berpengetahuan, berketerampilan, dan berkepribadian bagi memenuhi harapan dunia kerja dan industri. Tetapi kondisi riil menunjukkan banyak lulusan SMK yang tidak memperoleh kerja, bahkan telah bekerjapun menghadapi masalah keterampilan. Bekal pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki tidak cukup untuk dapat sustain dalam lingkungan kerja. Hal itu salah satunya disebabkan karena tenaga kerja tidak memiliki karakter kerja industri yang cukup seperti permintaan dunia kerja. Untuk itu, satuan pendidikan kejuruan (SMK) diharapkan mengantisipasi dengan tepat perkembangan yang terjadi di dunia kerja melalui pengembangan kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi perkembangan dunia kerja. Pengembangan karakter kerja dalam pembelajaran perlu dilaksanakan secara by design, mulai dari mengidentifikasi nilai-nilai karakter kerja yang akan diintegrasikan, mengembangkan silabus, dan mengembangkan RPP pembelajarannya. Dengan desain pembelajaran tersebut diharapkan siswa memiliki penguasaan karakter kerja dan ketika bekerja mereka dapat berpartisipasi aktif untuk meningkatkan kualitas dan performancenya, sehingga lulusan SMK mampu memenuhi tuntutan dan kebutuhan dunia kerja yang pada akhirnya akan dapat menyumbang secara langsung ataupun tidak langsung kepada peningkatan ekonomi negara.Kata Kunci: Pembelajaran, karakter kerja, lulusan SMK
MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PRAKTIK MENGGUNAKAN METODE PRAKTIK BEROTASI BERBASIS PEMBELAJARAN TIM PADA MATA PELAJARAN KEJURUAN MEMPERBAIKI SISTEM PENGISIAN DI SMK NEGERI 1 PURWOREJO
agus gozali
Auto Tech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo Vol 1, No 1 (2013): Auto Tech
Publisher : Pendidikan Teknik Otomotif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/autotech.v1i1.491
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan efektivitas pembelajaran praktik yang meliputi peningkatan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Kejuruan Memperbaiki Sistem Pengisian Siswa Kelas XI TKR-A SMK Negeri 1 Purworejo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR-A yang berjumlah 16 orang. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan efektivitas pembelajaran praktik pada mata pelajaran kejuruan memperbaiki sistem pengisian. Hal ini ditunjukkan oleh: (1) aktivitas belajar siswa saat pembelajaran praktik pada siklus I mencapai 86,72%, dengan kriteria sangat kuat, pada siklus II meningkat menjadi 100%, dengan kriteria sangat kuat; (2) rata-rata nilai hasil belajar siswa pada siklus I adalah 89,52, dengan kriteria sangat baik, pada siklus II meningkat menjadi 94,57, dengan kriteria sangat baik. Kata-kata kunci: efektivitas, metode, berotasi, pembelajaran
Analisis Tindak Tutur Komisif Bahasa Jawa dalam Cerbung Tresna Kagiles Ila-ila karya Mbah Brintik pada Majalah Jayabaya Tahun 2011
Tri Wahyuningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (634.916 KB)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis kalimat tindak tutur komisif bahasa jawa di dalam cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik. (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur komisif bahasa jawa yang digunakan dalam cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu Cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik. Objek penelitian adalah pragmatik tindak tutur komisif. Sumber data yang digunakan yaitu deskripsi cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik yang diterbitkan oleh jaya baya. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan buku penunjang teori bahasa dan pragmatik. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Data dianalisis berdasarkan jenis tindak tutur komisif, data dirangkum, memilih hal-hal yang pokok, data yang tidak penting disisihkan, data disimpulkan dari hasil analisis tindak tutur komisif. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian tindak tutur komisif dalam cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik ditemukan tiga jenis kalimat yaitu kalimat Tanya (interogatif), kaliat berita (deklaratif), dan kalimat perintah (imperatif), dan empat fungsi tindak tutur komisif yaitu tindak tutur komisif mengancam, tindak tutur komisif menyatakan kesanggupan/setuju, tindak tutur komisif menawarkan, tindak tutur komisif menolak. Kata kunci: Analisis tindak tutur komisif, fungsi, cerita bersambung
TINJAUAN YURIDIS ATAS AKTA PERJANJIAN KREDIT NOTARIS YANG WAKTU PENANDATANGANANNYA TIDAK DILAKUKAN SECARA BERSAMAAN OLEH PARA PENGHADAP
Dian Saputra
Journal of Law ( Jurnal Ilmu Hukum ) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.496 KB)
ABSTRACT In the implementation of the powers, duties and functions of the Notary, as the an authentic documents maker, trouble reading, and signing of deed by the parties have expressly provided for in Article 1 of Law Number. 2 of 2014 on amendments to the law No. 30 of 2004. But in practice, sometimes the signing of the Notary deed after reading is not always immediately signed by both parties, for reasons of time efficiency, the parties are running an emergency business, conduct meetings with shareholders for example. This was possible if the agreements have been executed by the parties and the Notary Public knows well with both the appear before. It needs to underline that signing the deed was done on the same date. Meanwhile, if carried out on different days, with minimized risk and legal consequences in the future should be given power of attorney specified in the deed or the deed attached to produce minutes, so the signing of the deed immediately after the reading of the deed. If not then the deed is made cannot be as valid evidence and irrevocable due to non-fulfilment of the terms subjective and objective of a treaty. For Notary as public official, he should consider tha provision of Article 16 of UUJN.Problems in the study include how the implementation of the provisions regarding the time of the deed signing by the penghadap [~ who appear before], witnesses and the Notary according to UUJN No. 2 of 2014 on amendments to the law No. 30 of 2004 in the practice and Notarial position upon deed is not done at the same time of its signing by the appear before.
ARAH PENGEMBANGAN KAJIAN EKONOMI ISLAM BERBASIS KESATUAN ILMU PENGETAHUAN DI IAIN WALISONGO
Ali Murtadho
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/economica.2014.5.1.761
Nomenklatur ekonomi Islam atau ekonomi syari’ah sepintas memperlihatkan adanya dikhotomi antara ilmu ekonomi Islam/Syari’ah dengan ilmu ekonomi umum/konvensional. Karakteristik ekonomi Islam sudah terelaborasi dalam berbagai kajian kontemporer dengan kekhasan tersendiri. Di sisi lain, paradigma wahdat al-‘ulum/unity of science sebagai basis pengembangan ilmu dalam visi IAIN Walisongo berarti menafikan berbagai dikhotomi antara ilmu “Islam” dengan ilmu “non Islam”/umum/konvensional. Paradigma ini menuntut elaborasi lebih lanjut dalam konteks pengembangan ilmu ekonomi Islam di IAIN walisongo. Melalui strategi spiritualisasi ilmu ekonomi konvensional, humanisasi ilmu syariah dan revitalisasi budaya/praktik ekonomi lokal, arah pengembangan ekonomi Islam dapat diformulasikan dalam implementasi kesatuan ilmu pengetahuan.
STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI YANG ISLAMI MENURUT FAHIM KHAN
Ali Murtadho
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/economica.2016.7.2.1153
Several theories about the development strategy formulated by the most conventional neo-classical economists much criticized. Fahim Khan including contemporary Islamic economic thinkers who criticize conventional economic development strategy with alternative bids from the Islamic economics perspective. Their thinking is exciting to examined substance and its correlation with the economic development of contemporary Islamic discourse that dominated the development of financial institutions/syariah banking. The creation of entrepreneurial opportunities made Fahim Khan as a keyword in the concept of criticizing conventional strategy and supporting the Islamic economic development strategy. Strategy opened and graced this productive creative independent businesses are deemed appropriate and supported by the Islamic economic system based on profit and loss sharing partnership (profit-loss sharing). The idea is to promote excellence banking system of sharing based on the conventional interest-based banking system in spurring economic development suplus to enliven the entrepreneurial workforce.
CORAK PEMIKIRAN HUKUM ISLAM DALAM FORMULASI PERBANKAN SYARI’AH: ANTARA TEKSTUALIS DAN SUBSTANSIALIS
Ali Murtadho
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/economica.2015.6.2.790
Sejauh mana sistem operasional perbankan syari’ah dapat merepresentasikan pengamalan ajaran Islam di bidang ekonomi dapat diperjelas dengan mencermati corak pemikiran hukum Islam yang mendasarinya. Konsepsi perbankan syari’ah merupakan produk ijtihad yang dibangun di atas prinsip pelarangan riba secara mutlak dengan memandang bahwa bunga bank termasuk riba. Konsepsi perbankan syari’ah, tidak secara murni memakai salah satu tipologi pemikiran hukum Islam. Kadang memakai kerangka pendekatan substansialis namun juga tidak terlepas dari pendekatan tekstualis. Ide dasar perbankan syari’ah yang berangkat dari prinsip pengharaman riba dan pemakaian prinsip bagi hasil, meskipun termasuk kategori pemikiran substansialis karena mengacu pada substansi ajaran Islam tentang prinsip keadilan dan prinsip tolong menolong, namun cenderung mendekati cenderung tekstualis karena interpretasi riba dilakukan dalam bentuk qiyas yang sangat ketat. Demikian juga dalam mengadopsi aqad-aqad yang ada dalam khazanah fiqh mu’amalah dengan mengedepankan aspek formalitasnya tampak lebih kental dengan nuansa corak pemikiran tekstualisnya. Dalam proses panjang menuju tata perekonomian yang benar-benar Islami, diperlukan kajian intensif berkesinambungan untuk merevisi kelemahan- kelemahan konsepsional maupun operasional perbankan Syari’ah.
PENSYARI’AHAN PASAR MODAL DALAM PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AH FI AL-IQTISHAD
Ali Murtadho
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/economica.2014.5.2.763
Pemilahan antara pasar modal syariah dengan pasar modal konvensional semakin menampakkan eksistensinya dengan terbentuknya Jakarta Islamic Index (JII). JII menjadi wadah saham-saham syari’ah yang boleh diperjualbelikan. Tetapi apakah kesyariahan pasar ,modal hanya dilihat halal haramnya saham yang ditransaksikan. Perilaku para pelaku pasar, batasan antara investor dengan spekulan adalah juga wilayah yang perlu diperjelas kesyariahannya. Dalam perspektif hukum Islam, pasar modal masuk dalam wilayah muamalah yang kepatuhan syariahnya mentolerir inovasi dengan tetap berpegang pada misi/prinsip/tujuan syariah di bidang ekonomi. Mensyariahkan pasar modal tidak terlepas dari memanfaatkan pasar modal untuk merealisasikan misi ekonomi Islam. Sebagai sebuah produk inovasi yang menjadi sarana vital dalam kehidupan ekonomi modern, pasar modal idealnya dapat mengantarkan perekonomian menuju terwujudnya prinsip/tujuan syariah di bidang ekonomi.
KONSEP FISKAL ISLAM DALAM PERSPEKTIF HISTORIS
Ali Murtadho
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/economica.2013.4.1.759
Fiscal policy is not synonymous with Islam taxation / tribute that made the king / emperor , nor synonymous with modern fiscal policy born of the failure of the free market mechanism. Referring to public finance policy at the beginning of the Islamic era, Islamic fiscal policy is a practical representation of the mission of the Islamic economic system oriented religiosity , justice and wealth distribution.Not only deal with the fiscal revenue and expenditure of state revenue but also about the mission of fair distribution of wealth . Jizya, kharaj and ghanimah is a fiscal instrument in accordance with the circumstances at that time for the mission fair distribution of wealth . Based on the concept of fiscal Islam , then the application of fiscal policy now must somehow form could lead to a fair distribution of wealth towards a comprehensive community welfare ( falah ), not just the budget deficit