Articles
Gambaran Peranan Keluarga dalam Merawat Pasien dengan Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie
Ikhsan, Muhammad;
Bashir, Asri
INDOGENIUS Vol 3 No 2 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56359/igj.v3i2.360
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk Untuk mengetahui peranan keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie. Metode: Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif, yang bertujuan mengetahui gambaran peranan keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie sejak tanggal 5 s/d 12 September 2023. Populasi pada penelitian ini adalah 45 Kepala Keluarga yang anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa. Sampel pada penelitian ini yaitu sebesar 45 keluarga. Hasil: Didapatkan bahwa peranan keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Barat berada pada cukup sebesar 19 responden (42%), frekuensi mengenal masalah kesehatan keluarga berada pada cukup sebesar 19 responden (42%), memberikan perawatan berada pada cukup sebesar 17 responden (38%), memenuhi kebutuhan pasien berada pada cukup sebesar 18 responden (40%), dan memberikan dukungan sosial pada pasien dengan gangguan jiwa berada pada kurang sebesar 20 responden (44%). Kesimpulan: Diharapkan dapat menerapkan pengembangan disiplin ilmu yang telah dipelajari untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan khususnya pada anggota keluarga dengan gangguan jiwa agar sejalan dengan asuhan keperawatan yang baik dan benar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Distres Spiritual pada Lansia di Kemukiman Keumala Dalam Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie
Ikhsan, Muhammad;
Bashir, Asri
INDOGENIUS Vol 3 No 2 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56359/igj.v3i2.361
Tujuan: Untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Distres Spiritual Pada Lansia di Kemukiman Keumala Dalam Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan populasi dalam penelitian ini adalah lansia dengan jumlah 31 lansia. Pengambilan sampel mengunakan total sampling 31 lansia. Data dikumpulkan langsung dari responden dengan wawancara. Hasil: P-value 0,035 < 0,05, ada pengaruh antara keadaan sosial Terhadap kejadian Distres Spiritual pada lansia Di Kemukiman Keumala Dalam Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie. P-value 0,006 < 0,05, ada pengaruh antara keadaan keluarga Terhadap kejadian Distres Spiritual pada lansia Di Kemukiman Keumala Dalam Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie. P-value 0,001 < 0,05, ada pengaruh antara keadaan psikologis Terhadap kejadian Distres Spiritual pada lansia Di Kemukiman Keumala Dalam Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie. Kesimpulan: Distres Spiritual pada lansia dipengaruhi keadaan sosial, keadaan keluarga dan keadaan psikologis.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA IBU WARSIAH MELALUI PENGEMBANGAN USAHA WARUNG ES DAN KOPI
Muhammad Faiz;
Muhamad Syahrul Alamsyah;
Herry Febryan;
Rifma Ghulam Dzaljad
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 03 (2024): JUNI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Muhammadiyah merupakan organisasi Islam reformis dan modern. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadist. KH. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammdiyah mengajarkan bahwa salah satu landasan utama gerakan Muhammadiyah adalah kekuatan teologi surat Al-Ma’un, yang dituangkan ke dalam tiga pilar, yaitu: kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial. Ritual ibadah tidaklah berarti jika umat Islam abai terhadap penderitaan orang lain, oleh karena itu teologi Al-Ma’un mengajarkan untuk peduli kepada sesama dengan melakukan gerakan amal sosial. Gerakan amal sosial melalui pemberdayaan ekonomi keluarga dhuafa bertujuan untuk meningkatkan kesejahterahaan keluarga dhuafa melalui pengembangan usaha bakso ikan tusuk yang dimilikinya serta memberikan keteladanan dalam pengimplementasian teologi surat Al-Ma’un.Pemberdayaan keluarga dhuafa melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi dan pendekatan karitas keluarga Bapak Amar Sumarodin dilakukan dengan metode Participatory Action Reasearch (PAR) ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat yang menjadi subyek penelitian.Berdasarkan hasil kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga dhufa, menunjukkan adanya pengembangan usaha Warung Kopi dan Es keluarga dhuafa karena bantuan modal usaha yang diberikan kepadanya.
HERIDITAS DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM
safaruddin, safaruddin
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 6 No 1 (2014): Volume 6 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/al-qalam.v6i1.127
Heriditas adalah istilah yang dipakai untuk menyebut semua potensi yang dibawa sejak lahir dan memiliki kemungkinan untuk muncul pada perkembangan manusia. Istilah ini mencakup pengertian bakat dan keturunan. Adapun lingkungan adalah sesuatu yang mempengaruhi perkembangan diri manusia Mengenai implikasi heriditas dan lingkungan dalam perkembangan diri manusia telah muncul berbagai pandangan yang beragam yaitu aliran empirisme, nativisme, naturalisme, konvergensi serta diindonesia diwakili oleh tut wuri hanadayani merupakan aliran yang memadukan antara empirisme dengan nativisme. Dalam memahami masalah kekuasaan Tuhan ada dua golongan secara garis besar yaitu Pertama golongan mu’tazilah dan qadariyah. kedua yaitu golongan asy’ariyah dan jabariah
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSFEKTIF AL-QUR’AN
safaruddin, safaruddin
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 6 No 2 (2014): Volume 6 Nomor 2 Desember 2014
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/al-qalam.v6i2.172
Manajemen pendidikan Islam adalah suatu proses penataan dan pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang melibatkan sumber daya manusia muslim dan sumber daya manusia dalam rangka menggerakkan lembaga pendidikan Islam untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang telah dirumuskan secara efektif dan efisien. Paradigma pendidikan dalam Al-qur’an tidak lepas dari tujuan Allah SWT menciptakan manusia itu sendiri, yaitu pendidikan penyerahan diri secara ikhlas kepada sang Kholik yang mengarah pada tercapainya kebahagiaan hidup dunia maupun akhirat. Para ahli mengabstraksikan proses manajemen menjadi 4 proses. Yaitu, planning, organizing, actuating, dan controlling (PAOC). Empat proses manajemen ini digambarkan dalam bentuk siklus karena adanya saling keterkaitan antara proses yang pertama dan berikutnya, begitu juga setelah pelaksanaan controlling lazimnya dilanjutkan dengan membuat planning baru hingga siklus proses manajemen akan selalu berputar
LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
safaruddin, safaruddin
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2015): Volume 7 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/al-qalam.v7i2.195
Kurikukulm adalah inti dari pendidikan dimana kurikulum dapat diartikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu landasan pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu gagasan, asumsi atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Adapun yang menjadi landasan dalam mengmbangkan sebuah kurikulum di antaranya: landasan religius, landasan filosofis (perenialisme, esensialisme, eksistensialisme, profresivisme, rekonstruktivisme), landasan yuridis, landasan psikologis, landasan sosiologis atau sosial budaya serta landasan organisatoris.
PEMBELAJARAN ANAK DAN KECERDASAN SPRITUAL
safaruddin, safaruddin
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2016): Volume 8 Nomor 1 Juni 2016
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/al-qalam.v8i1.206
Apakah yang cerdas hanyalah mereka yang pintar matematika dan bahasa atau yang IQ mereka di atas 100 ?. Fakta lain membuktikan bahwa sebagian besar siswa yang nilai rapornya bagus banyak yang menganggur. tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi tolak ukur kecerdasan peserta didik umumnya masih pada nilai-nilai yang tertera pada rapor, ijazah, serta Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Seseorang dianggap cerdas ketika memilki nilai Ijazah dan IPK yang tinggiSelain IQ ada kecerdasan lain yang harus menjadi perhatian dalam dunia pendidikan dan kecerdasan anak yaitu SQ dan EQ, ketiga kecerdasan tersebut harus dikembangkan secara integratif sehingga head, heart dan hand peserta didik mendapat pendidikan yang seimbang sebab ketiga kecerdasan tersebut tidak sama tetapi tidak bisa dipisahkan.SQ tidak mesti berhubungan dengan agama. Bagi sebagian orang SQ mungkin menemukan cara pengungkapan melalui agama formal tetapi beragama tidak menjamin SQ tinggi. Kecerdasan spiritual tidak identik dengan agama formal. Kecerdasan spiritual adalah spirituality bukan organized religion karena itu, kecerdasan jenis ini tidak milik satu agama Banyak yang mempertukarkan spiritual denga religius padahal adalah masing-masing dua hal yang sangat berbeda.
TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK
safaruddin, safaruddin
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2016): Volume 8 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/al-qalam.v8i2.239
Teori behavioristik adalah teori beraliran behaviorisme yang merupakan salah satu aliran psikologi dimana menurut teori ini belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Menurut teori ini yang terpenting adalah masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respons. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal yang penting untuk melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. Adapun tokoh-tokoh aliran behaviorisme ini antara lain: Ivan Petrovich Pavlov, Thorndike, Waston, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skiner. Behaviourisme disebut Islami karena ia mengajarkan besarnya pengaruh lingkungan terhadap manusia sebagaimana ungkapan sebuah hadits yang artinya: “Manusia dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasroni atau Majusi.” H.R.Bukhari)
AJARAN AL-MAHABBAH SEBAGAI UPAYA MENGATASI KERESAHAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19
Hajar, Andi
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 12 No 1 (2020): Volume 12 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/al-qalam.v2i1.366
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan manusia saat ini yang dihadapkan pada berbagai persoalan khususnya pandemi corona-covid-19. Ada beberapa ilmuwan yang menawarkan solusi atas persoalan tersebut, namun tujuan dalam tulisan ini akan diungkapkan pentingnya ajaran mahabbah untuk mengantarkan manusia dalam menyikapi persoalan yang melanda negeri ini sehingga tidak menimbulkan sikap yang mencerminkan kekeringan atau kehampaan spiritual. Al-Mahabbah dapat dipahami sebagai suatu keinginan atau kecenderungan hati kepada suatu objek tertentu (Tuhan) yakni merasakan cinta secara mendalam kepada Allah swt. Kaum sufi senantiasa terus berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah swt., dengan melalui berbagai maqam agar mata batin dapat tercerahkan serta memiliki kesadaran yang tinggi akan kasih sayang Ilahi yang selalu dirasakannya dalam setiap dekapan keluar masuknya nafas yang tiada henti. Penelitian ini adalah Kajian Pustaka (library research) dengan menggunakan metode analisis deskriptif dalam hal ini penulis berusaha menyeleksi data-data yang valid dan relevan berhubungan dengan judul yang diangkat dalam penulisan jurnal ini. Sumber data yang dikumpulkan memiliki 2 klasifikasi, yaitu: Primary Source and Secondary Source. Sumber data dalam dalam penelitian ini adalah melalui bantuan aplikasi internet untuk menelusuri buku, jurnal, artikel dan lain-lain). Selanjutnya, penulis menganalisis data yang diperoleh selama penelitian dengan beberapa tahap, yaitu: pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mencari dan mengumpulkan berbagai jenis data yang mendukung. kemudian mengolah data tersebut melalui tekhnik reduksi, yakni merangkum, memilih hal pokok, memfokuskan pada hal yang penting kemudian dicari sesuai tema dan polanya. Untuk menganalisa isi dan naskah teks, penulis menggunakan pendekatan sufistik.
Perencanaan Instalasi Penerangan Jalan Umum (PJU) Jalan Tani Subur Kec. Loa Janan Ilir Samarinda
Muhammad Dzulkifli;
Verra Aullia;
Abdurrahim
PoliGrid Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46964/poligrid.v4i2.17
Perencanaan sangat penting untuk memudahkankita dalam mencapai tujuan instalasi penerangan jalan umum.Instalasi lampu penerangan jalan umum berfungsi sebagaipenerangan jalan pada malam hari, sehingga pejalan kaki danpengendara bisa melihat lebih jalan yang akan dilewati pada saatmalam hari. Penerangan jalan umum juga dapat meningkatkankeselamatan, kenyaman para pengguna jalan. Jalan Tani Suburmerupakan jalan yang minim penerangan, sehingga dibutuhkanperencanaan instalasi penerangan jalan. Jalan Tani Suburmempunyai panjang jalan 1.358 meter dan lebar jalan 5 meter.Jenis tiang lampu yang digunakan adalah tiang lampu jenisoktagonal lengan tunggal dengan tinggi 11 meter dan dipasang dikiri jalan secara sejajar dengan jarak 40 meter dengan jumlahtiang sebanyak 35 tiang. Pengaman yang digunakan ialahMiniature Circuit Breaker (MCB) yang memiliki kapasitas 6 Apengaman utama dengan penghantar NYY 4 x 10 mm 2 , kapasitas 4A pengaman tiap grup dengan penghantar NYY 2 x 6 mm 2 , dankapasitas 2 A pengaman tiap tiang lampu dengan penghantar NYM2 x 1,5 mm 2 . Lampu yang digunakan adalah lampu LED. LampuLED yang digunakan memiliki daya 55 watt dengan sisten kontrolotomatis dengan menggunakan timer dan LDR namun dapatdioperasikan secara manual dengan tujuan sebagai alternatif jikakeadaan otomatis terjadi kerusakan atau dalam melakukanperawatan.