Articles
Analisis Pemilihan Lokasi Dan Manajemen Strategis Pengembangan Pelabuhan Laut Di Provinsi Riau
Rionaldi, Rionaldi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.962 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i8.938
Sebagai negara kepulauan, sistem pengangkutan laut yang efisien dan terkelola dengan baik merupakan faktor yang sangat penting dalam persaingan ekonomi serta integritas nasional. Pelabuhan menjadi sarana paling penting untuk menghubungkan antar pulau maupun antar negara. Namun ironisnya kondisi pelabuhan di Provinsi Riau sangat memprihatinkan ditambah lagi dengan dibangunnya jembatan yang melintasi alur Sungai Siak yang mengakibatkan kapal-kapal yang mempunyai ketinggian diatas 17 meter tidak dapat melintasi alur sungai Siak, maka Provinsi Riau membutuhkan pelabuhan yang menjadi prioritas untuk dikembangkan serta manajemen strategi pengembangan pelabuhan tersebut. Pada penelitian ini akan menentukan prioritas lokasi pelabuhan yang akan dikembangkan dengan analisis SMART, kemudian menggunakan analisis TOWS untuk menghasilkan alternatif strategi terhadap lokasi pelabuhan terpilih dan menggunakan analisis QSPM untuk menetapkan prioritas strategi yang akan dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelabuhan Tanjung Buton adalah lokasi yang paling prioritas untuk dikembangkan di Provinsi Riau dengan empat rumusan strategi yang dapat dikombinasikan dan dikembangkan bersama yaitu mengoptimalkan kawasan pelabuhan, meningkatkan pelayanan agar dapat memiliki daya saing, pembenahan system informasi dan peningkatan pengelolaan, mengembangkan SDM dengan perekrutan dan program pelatihan.Kata kunci: analisis SMART, analisis TOWS, analisis QSPM
Pengaruh Tingkat Komitmen Lingkungan Freight Forwarder Terhadap Respon Kebijakan Green Freight Transport
Karmini, Karmini;
Kombaitan, B.;
Syabri, lbnu;
Lestari, Puji
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2405.287 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v25i6.740
Kegiatan transportasi barang memberikan dampak negatif berupa polusi udara yang cukup signifikanpada lingkungan. Kebijakan uji kir kendaraan bermotor saat ini masih belum efektif untuk mengurangiemisi polusi udara karena emisi co2 harus dikontrol melalui pengurangan konsumsi bahan bakar.Diperlukan kebijakan yang dapat mengurangi polusi udara melalui pengurangan konsumsi bahan bakarkendaraan bermotor dengan pendekatan ASI (Avoid, Shift, Improve). Respon freight forwarder sebagai pihakyang terkena dampak langsung kebijakan akan berbeda-beda, diperkirakan dipengaruhi oleh tingkatkomitmen lingkungan perusahaan. Analisis klaster digunakan untuk mengelompokkan tingkat komitmenlingkungan freight forwarder, sedangkan untuk mengetahui pengaruh tingkat komitmen lingkungan freightforwarder terhadap respon kebijakan green freight transport dilakukan analisis Anova satu jalur. Hasil analisisklaster menunjukkan hampir separuh perusahaan (40% atau 24 perusahaan) mempunyai tingkat komitmenreaktif, 33 % (20 perusahaan) perusahaan mempunyai tingkat komitmen akomodatif dan 27% (16 perusahaan)perusahaan mempunyai tingkat komitmen proaktif. Dari uji hipotesis, dapat diketahui bahwa perusahaandengan tingkat komitmen yang berbeda (proaktif, akomodatif, reaktif) tidak memberikan respon yangberbeda terhadap usulan kebijakan green freight transport.
THE CORRELATION BETWEEN VOCABULARY MASTERY AND READING COMPREHENSION AT THE SECOND YEAR STUDENTS OF SMPN 3 GUNUNGSARI
Sudirman, Sudirman
Jo-ELT (Journal of English Language Teaching) Fakultas Pendidikan Bahasa & Seni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : IKIP Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.512 KB)
|
DOI: 10.33394/jo-elt.v4i2.2449
The research entitled The Correlation Between Vocabulary Mastery and Reading Comprehension aims at finding out there is whether any correlation between vocabulary mastery and reading comprehension at the second year students of SMPN 3 Gunungsari. This research was designed by using descriptive quantitative method. The research took 30 students as sample of this study. To analyses the data this research used statistic computation by product moment correlation, to get the final score. The data found that the mean score of reading comprehension was 54.4 and vocabulary was 53,6. After computing by the statistical analysis of Product Moment, the value shows 1.631 while the t-table was 1.671 and 2.390. This result of this investigation indicated that there is no significant between vocabulary and reading comprehension. The value of t-test was 1.631 is lower than 1.671 and 2.390 in 0.05 and 0.01 significant level. While the degree of freedom (df) = 60. It can be concluded that there is no correlation between vocabulary mastery and reading comprehension.
PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN TEH CELUP SARIWANGI (Studi Kasus di Retail Kota Palembang)
Sari, Dewi Purnama;
Naruliza, Esty
Jemasi: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol 15 No 2 (2019): Jemasi: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas IBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (596.904 KB)
|
DOI: 10.35449/jemasi.v15i2.49
Unilever Indonesia produces a variety of products, one of which is SariWangi Teabag. To stay afloat in the competition of SariWangi Teabag must continue to innovate starting in terms of price and product quality. Price is a monetary unit that is exchanged in order to obtain ownership rights or use of an item or service, and Product quality is a necessity that must be maintained and improved if a company wants to exist in sales competition. This research was made to analyze the effect of price and product quality on purchasing decisions partially and simultaneously. This study uses multiple linear regression analysis. In this study the population is infinite. The sampling method used is accidental sampling.The data used are primary data by distributing questionnaires directly to consumers of SariWangi Teabag in Palembang City Retail. The sample used was 272 respondents. The test is done in three stages, namely validity and reliability, classic assumption and hypothesis testing. The results of this study indicate that the coefficient of determination (R2) is 0.505 or 50.5% and the remaining 49.5% is influenced by other variables. The results of this study indicate that 50.5% of purchasing decisions can be explained by variable prices and product quality. Price variable (X1) is 38.6% and Product Quality variable (X2) is 11.9%.both partially and simultaneously Product Prices and Quality have a significant effect on purchasing.
PENGARUH MODEL BELAJAR AKTIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER (GQGA) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Sudirman, Sudirman
Gema Wiralodra Vol 6 No 1 (2015): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer (GQGA); untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan metode pembelajaran ekspositori; untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer (GQGA) terhadap prestasi belajar matematika siswa.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK N I Kandanghaur kelas X yang berjumlah 320 siswa yang terbagi menjadi 8 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas dengan cara random kelas (acak), untuk kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer dan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran ekspositori. Setelah kedua kelas diberikan perlakuan yangberbeda kemudian diberikan tes akhir yaitu tes prestasi belajar matematika. Dari hasil tes yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis deskriptif yaitu untuk mengetahui rata-rata, varians, simpangan baku dari kedua kelas sampel dan dilanjutkan dengan melakukan analisis uji hipotesis yaitu menguji normalitas dengan uji Chi-Kuadarat, menguji homogenitas dengan uji F, dan uji t untuk menjawab hipotesis penelitian. Hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh rata-rata kelas eksperimen 74,16 dan rata-rata kelas kontrol 61,54 . Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji-t dan diperoleh terdapat perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer dengan yang menggunakan metode pembelajaran ekspositori. Perbedaan prestasi yang terjadi, dikarenakan adanya dua perlakuan yang berbeda dalam hal ini prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan metodepembelajaran ekspositori. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer terhadap prestasi belajar matematika siswa.
ANALISIS KECENDERUNGAN KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI SEGITIGA
Sudirman, Sudirman
Gema Wiralodra Vol 7 No 1 (2016): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal materi segitiga; (2) mengetahui kecenderungan kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pada materi segitiga berdasarkan kriteria Watson. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Wiralodra Indramayu. Subjek penelitian sebanyak 6 mahasiswa dari kelas kelas semester II A yang terdiri atas 2 mahasiswa yang masing-masing berasal dari kelompok atas, menengah, atau bawah yang memiliki kesalahan terbanyak. Analisisdata yang digunakan berdasarkan argumen yang dikemukakan oleh Milles and Huberman (dalam Moleong), yakni: reduksi data, renyajian data, penyimpulan. Hasil penelitian yang dapat dikemukakan dapat disimpulkan yakni (1) Kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal materi segitiga secara umum masih perlu ditingkatkan, pemahaman konsep harus dipahami dengan baik sehingga bisa mengetahui langkah prosedur penyelsaiannya jawabannya; (2) Kecenderungan kesalahan berdasarkan kriteria Watson sangat beragam secara umum kesalahan terbanyak yakni id, ip dan shp. Indikator kriteriaWatson terbanyak itu berkaitan dengan data tidak tepat (id), (prosedur tidak tepat (ip), masalah hierarki keterampilan (shp).
ANALISIS STRESS DAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA
Suharsono, Yudi;
Anwar, Zainul
Cognicia Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/COGNICIA.Vol8.No1.%p
Mahasiswa membuat seseorang memiliki peran baru dalam dunia Pendidikan di Perguruan Tinggi. Ditemukan banyak perubahan dalam kehidupan barunya tersebut sehingga membutuhkan kemampuan penyesuaian diri yang baik. Kemampuan penyesuaian diri yang kurang baik dapat menyebabkan seorang mahasiswa mengalami stress. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar acuan pembinaan kemahasiswaan yang lebih sesuai dengan karakteristik masing masing individu yang selanjutnya dikelompokkan berdasar karakteristik yang berdekatan. Menjadi dasar pemberian perlakuan yang tepat agar hasil pembelajaran menjadi optimal. Pengumpulan data menggunakan skala stress dan penyesuaian diri. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran stress dan penyesuaian diri mahasiswa. Subjek penelitian sebanyak 2320 mahasiswa. Hasil penelitian menggambarkan bahwa mahasiswa yang dalam kategori stres sedang sebanyak 55% , sebanyak 45 % dalam kategori stres rendah, dan tidak ditemukan tingkat stress yang dalam kategori tinggi. Adapun Penyesuaian diri mahasiswa dalam kategori sedang sebanyak 88%, sebanyak 11% berada pada level penyesuaian diri rendah, dan 1% yang berada pada level tinggi.
ANALISIS PUSAT PELAYANAN KEGIATAN MINAPOLITAN
Sari, Dewi Purnama
SPECTA Journal of Technology Vol 4 No 1 (2020): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35718/specta.v4i1.135
Tabalong Regency based on Regional spatial Plan (RTRW) of South Kalimantan Regency 2014-2034 has the potential to be developed into a Minapolitan region. In principle, Minapolitan is a fishery program that seeks to synergize the production of raw materials, processing and marketing in a series of major activities in one area or region with the concept of involving the entire community in It. With the increase in the population of Tabalong Regency, it makes the need to increase the facilities available in the area as a factor in driving service and activities of fisheries by looking at the area that is the center of growth For the area that has a level of facilities that have a lack of the hierarchy in each district by conducting a system analysis of service center with the results of which 12 sub-districts that have the Minapolitan activities of Tanjung District become The centre of Minapolitan activities with Murung Pudak Sub-district became its sub-center of activities. With other sub-districts as a supporting area of Minapolitan activities. Keyword: Marketing, Minapolitan, Production
PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI KEGIATAN PENELITIAN DENGAN SISTEM “ORANG JAM (OJ)†TERHADAP PENINGKATAN KINERJA DI PUSAT PEMANFAATAN SAINS ATMOSFER DAN IKLIM – LAPAN
Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31113/jia.v4i3.396
Many factors may influence personnel performance. One among other factors that can motivate employees is proportionate compensation. Having realized its importance, since 2005 there has been a shift in compensation policy from Man-Months to Man-Hours compensation system. This new system provides employees with higher income. The shift in compensation policy is based on the need to improve both personnel performance and personnel wealth at the Centre for Applications of Atmospheric Sciences and Climate. Despite better compensation, based upon writer?s preliminary research, personnel performance has not improved as expected. Better compensation does not seem to have had any impacts on theperformance improvement. However, the research result hints at 0.754 correlation coefficient using Pearson Product Moment correlation analysis. It indicates that there is a strong correlation between Man-Hours Compensation System and personnel performance.
Analisa Unsharp Mask Filter Untuk Perbaikan Citra Pada Pas Foto
Sari, Dewi Purnama
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) Vol 5, No 6 (2018): Desember 2018
Publisher : STMIK Budi Darma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.432 KB)
|
DOI: 10.30865/jurikom.v5i6.1210
Currently, the use of digital cameras to capture images or photos is more than using a manual camera with film media. This is because digital image retrieval has many advantages, especially in terms of storage which no longer uses physical media (film) but uses digital media and a very long storage age of images without reducing the quality of the image. One damage that might occur is the blurred image (blurred image). This damage can be caused by several things including the age of the photo that has been long, and wet with water. The thing that can be done to avoid the occurrence of blurred images caused by old photographs is to treat the image state. But in reality, it is very difficult to treat the condition of this image. Several methods have been developed to improve blurred images, including using the deconvolution process for kernel blur, unsharp mask. In this study, an application was developed to make improvements to the blurred image caused by the age of the old photo using the unsharp mask method. Unsharp mask is one of the digital image processing methods that can be used to reduce the level of image blur caused by photo age and image maintenance errors. Unsharp word naming is because this method uses a more blurry image of the original image as a mask-making factor. After the mask is obtained, the mask will be added to the original image so that the image is sharper than the original image.