Articles
Efektivitas Penggunaan Blok Aljabar dalam Penyelesaian Persamaan Kuadrat Dengan Teknik Kuadrat Sempurna
Sukma Adi Perdana;
Febrian Febrian
Jurnal Gantang Vol 4 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (671.155 KB)
|
DOI: 10.31629/jg.v4i1.852
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan blok aljabar dalam rangka membantu siswa kelas IX menyelesaikan permasalahan persamaan kuadrat dengan teknik kuadrat sempurna. Blok aljabar digunakan dalam rangka untuk membantu siswa dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang muncul dalam berpikir abstrak yang dibutuhkan ketika menyelesaikan persamaan kuadrat dengan teknik kuadrat sempurna. Ini penting untuk dikaji karena kesulitan dalam berpikir abstrak dalam menggunakan teknik kuadrat sempurna adalah salah satu hambatan yang dialami oleh siswa-siswa kelas IX dalam menyelesaikan masalah persamaan kuadrat dengan teknik kuadrat sempurna. Hasil dari eksperimen memperlihatkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan blok aljabar dalam menyelesaikan persamaan kuadrat dengan teknik kuadrat sempurna memberikan hasil yang lebih baik dari pembelajaran yang dilakukan dengan metode konvensional .
Kualitas Perangkat dan Keterampilan Mengajar Mahasiswa Pendidikan Matematika pada Mata Kuliah Micro Teaching Menggunakan Analisis Model Rasch
Febrian Febrian;
Mirta Fera
Jurnal Gantang Vol 4 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (546.89 KB)
|
DOI: 10.31629/jg.v4i1.1065
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kualitas perangkat dan keterampilan mengajar dengan menggunakan analisis Model Rasch. Penelitian dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif ini dilakukan pada subjek penelitian mahasiswa semester V tahun akademik 2017/2018 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji pada mata kuliah Micro Teaching. Data yang digunakan berjenis primer/langsung yang diperoleh melalui teknik penugasan berupa perangkat pembelajaran yang terdiri atas silabus mini, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mini, dan media pembelajaran. Data berikutnya diperoleh melalui observasi pada aspek keterampilan mengajar yang merupakan tolok ukur dalam proses pembelajaran. Kemudian dilakukan penilaian terhadap kedua sumber data tersebut dengan menggunakan instrumen lembar penilaian perangkat dan keterampilan mengajar yang memuat indikator-indikator terkait dengan teknik rating scale sehingga menghasilkan data ordinal. Data mentah dari kedua sumber diolah dan dianalisis menggunakan Model Rasch dengan software Ministep. Analisis yang dilakukan adalah person measure, item measure, dan person map item. Hasil analisis dipaparkan dengan teknik deskriptif kualitatif guna menggambarkan kualitas perangkat dan keterampilan mengajar. Hasil analisis perangkat diperoleh bahwa kualitas rata-rata perangkat pembelajaran disusun oleh mahasiswa berada di atas rata-rata taraf kualitas standar perangkat. Terdapat 71% dari total mahasiswa yang memiliki kualitas setiap item pada perangkat di atas rata-rata standar. Hasil analisis pada aspek mengajar diperoleh kualitas rata-rata mengajar mahasiswa lebih tinggi dari rata-rata taraf kualitas mengajar standar. Terdapat sekitar 46,4% dari total mahasiswa yang memiliki kualitas mengajar setiap itemnya berada di atas kualitas rata-rata.
Deskripsi Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa dalam Menyelesaikan Soal Fungsi Kelas X SMAN 2 Tanjungpinang
Syarfina Witri;
Febrian Febrian;
Linda Rosmery Tambunan
Jurnal Gantang Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Gantang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (407.23 KB)
|
DOI: 10.31629/jg.v4i2.1527
This study aims to describe the thinking ability of class X MIA 2 of SMA Negeri 2 Tanjungpinang in solving functional problems. research subjects A total of 40 students who have received material before function. Instrument for the assessment of students higher-order thinking skills, consisting of 10 questions. Data were analyzed using the average method as an explanation of students higher-order thinking skills. Considering the high level of students in terms of high-level thinking ability indicators, namely analyzing, understanding and creating. The results obtained are the average analysis indicator obtained is 47.85 with enough categories, the indicator analyzes with an average of 12.50 categories is very less. And the indicators created with an average of 19.02 with very less categories Keywords: deskription, higher order thinking skill
Blended Learning Syarah: Bagaimana Penerapan dan Persepsi Mahasiswa
Puji Astuti;
Febrian Febrian
Jurnal Gantang Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Gantang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (762.85 KB)
|
DOI: 10.31629/jg.v4i2.1560
This study aims to see how the implementation and students’ perceptions of e-learning type blended learning in Mathematics Capita Selecta course. The e-learning in this study utilized the Syarah portal, an online learning application developed by Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) responding to the 4.0 era. This online learning using Syarah was the first time applied to research subjects, namely 35 students of Mathematics Capita Selecta Course year 2019. The data was collected from the results of the researchers' observations during the learning process and students’ responses to the questionnaire. The data were analyzed qualitatively to describe how the implementation of e-learning and how students’ perceptions about e-learning Syarah in supporting them to learn. The results of the analysis show that the Syarah system and students are ready for the implementation of online learning. Students’ confusion only occurs at the initial meeting of each type of e-learning activities designed by the researcher. Hereinafter, students could carry out learning well, even independently, but with clearly stated instructions. In addition, students were actively involved during the e-learning process. It also reveals that students felt more open to engaging in e-learning activities than when they were in class. In general, students gave positive responses to the use of Syarah in supporting blended learning.
Analisis Kesulitan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Materi Operasi Hitung Pecahan Campuran Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis
Riski Arta Ananda;
Febrian Febrian;
Linda Rosmery Tambunan
Jurnal Gantang Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Gantang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (525.456 KB)
|
DOI: 10.31629/jg.v6i2.1931
Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pengamatan peneliti, bahwa masih banyak siswa yang menganggap matematika merupakan pelajaran yang sulit sehingga siswa tidak dapat menerima pembelajaran dengan baik, Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika, terutama soal berbentuk cerita. Dalam menyelesaikan soal cerita siswa dibutuhan kemampuan berpikir reflektif matematis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil analisis kesulitan yang dialami siswa kelas VII SMP dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan pecahan campuran ditinjau dari kemampuan berpikir reflektif matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 14 Satu Atap Tanjungpinang tahun pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: 1) siswa kemampuan berpikir reflektif matematis tinggi tidak mengalami kesulitan; 2) siswa kemampuan berpikir reflektif sedang mengalami kesulitan menghubungkan konsep dan menerapkan prinsip untuk membuktikan kebenaran solusi; 3) siswa kemampuan reflektif matematis rendah mengalami kesulitan mengingat dan menerapkan konsep, kesulitan memahami maksud soal serta kesulitan menyelesaikan masalah nyata.
Analisis Kualitas Modul Matematika Kontekstual pada Topik Penyajian Data
Wengki Nopriadi;
Mirta Fera;
Febrian Febrian
Jurnal Gantang Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Gantang Volume 5 Nomor 2 September 2020
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (598.239 KB)
|
DOI: 10.31629/jg.v5i2.2159
Penulisan artikel ini bertujuan untuk melihat kelayakan modul matematika kontekstual pada materi penyajian data pada siswa kelas VII paket B di PKBM Harapan Bangsa ditinjau dari aspek efektifitas, dan kepraktisannya. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan metode diskriptif. Pengumpulan data menggunakan soal post test untuk mendapatkan data kuantitatif dan angket respon siswa untuk mendapatkan data kualitatif. Berdasarkan hasil dari post test, diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar peserta didik adalah 80% atau sebanyak 8 orang peserta didik yang tuntas tuntas dari 10 siswa yang mengikuti post test. Dapat dinyatakan bahwa modul Matematika kontekstual pada materi penyajian data efektif. Hasil output person item map dari hasil angket respon siswa yang diolah dengan aplikasi winstep dengan pemodelan rasch diketahui bahwa 9 responden masuk kedalam kelompok praktis dan 1 responden masuk dalam kelompok tidak praktis , sehingga modul Matematika kontekstual pada materi penyajian data bisa dinyatakan praktis. Dapat disimpulkan bahwa modul matematika kontekstual pada topik penyajian data untuk peserta didik kelas VII paket B layak untuk digunakan.
Kemampuan Mahasiswa Calon Guru Dalam Mengembangkan Instrumen Tes Hasil Belajar Kategori Higher Order Thinking Skill
Nur Izzati;
Febrian Febrian
Jurnal Gantang Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Gantang Maret Tahun 2021
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.321 KB)
|
DOI: 10.31629/jg.v6i1.2672
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan mahasiswa calon guru matematika dalam melakukan tahap-tahap pengembangan tes hasil belajar kategori Higher Order Thinking Skill (HOTS). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian merupakan mahasiswa calon guru matematika yang mengikuti perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Matematika. Data penelitian dikumpulkan melalui penugasan proyek. Data dinalisis disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa calon guru dalam mengembangkan instrumen tes kategori HOTS secara klasikal tergolong baik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 76,2. Kemampuan mahasiswa ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu 32,1% termasuk kategori sangat baik, 39,3% tergolong baik, 25% tergolong cukup baik dan 3,6% termasuk kategori sangat kurang. Berdasarkan aspek kompetensi yang dinilai, rata-rata kemampuan mahasiswa tergolong baik. Pada aspek menganalisis butir soal, kemampuan mahasiswa tergolong cukup baik.
Appropriate Technology E-book on Mobile Learning for Mathematics Teachers
Puji Astuti;
Febrian Febrian;
Mirta Fera;
Rindi Antika;
Zhuzetta AnisaFitry;
Arie Setiawan;
Cyndi Wulandari;
Rabiatul Mardiah;
Muhammad Abdul Gani;
Yodiatmana Yodiatmana
Jurnal Gantang Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Gantang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (813.965 KB)
|
DOI: 10.31629/jg.v7i1.3791
Technological developments in the industrial era 4.0, which coincided with the Covid-19 Pandemic, required teachers to teach students from home. The use of technology is the right solution during the current Pandemic. This research and development aim to produce an Appropriate Technology (AT) e-book on mobile learning during a Pandemic for mathematics teachers that is valid and practical. The subjects of this study were 17 high school mathematics teachers in Lingga and Bintan districts. The research design used is the ADDIE development model, which specifically includes (1) analysis, (2) design, and (3) development. The instruments of data collection used a validation questionnaire sheet and a practicality questionnaire sheet. The data were analyzed by qualitative descriptive statistics to see the validity and practicality of the AT e-book developed. The results showed that the AT e-book was valid, as seen from the validation results of the validators, the score showed an average of 92.5% with very valid criteria. Based on the results of the practicality questionnaire, the AT e-book obtained an average score of 84.9% in the very practical criteria. This result was also confirmed by the teachers directly that the book helped them understand mobile learning easily. Therefore, it can be concluded that the AT e-book on mobile learning during the Pandemic for mathematics teachers has been categorized as valid and practical.
Peningkatan Keterampilan Guru dalam Mengembangkan Mobile Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah di Masa Pandemi
Puji Astuti;
Febrian Febrian;
Mirta Fera;
Rindi Antika;
Zhuzetta AnisaFitry;
Arie Setiawan;
Cyndi Wulandari;
Rabiatul Mardiah;
Muhammad Abdul Gani;
Yodiatmana Yodiatmana
Jurnal Anugerah Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (631.414 KB)
|
DOI: 10.31629/anugerah.v4i1.3892
Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk melatih guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Kabupaten Lingga dan Bintan untuk mengembangkan mobile learning sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika daring pada masa pandemi. Metode pelaksanaan berupa penyampaian materi, demonstrasi, dan pendampingan untuk menghasilkan mobile learning dengan aplikasi construct 2 dan aplikasi website 2 apk. Demi melihat keberhasilan kegiatan, peserta diberikan angket melalui google form sebelum pelatihan untuk menilai kemampuan awal guru, dan setelah pelatihan untuk melihat dampak kegiatan terhadap keterampilan pengembangan mobile learning oleh guru serta untuk mendapatkan penilaian guru terhadap pemateri, konten, dan teknis pelaksanaan kegiatan. Data kuantitatif dari angket ini dianalisis secara deskriptif dan diperoleh respons yang sangat baik untuk aspek pemateri dan konten, dan untuk aspek teknis pelaksanaan sebesar 62% peserta menyatakan baik dan lainnya sangat baik. Guru peserta juga menyampaikan pesan kesan langsung yakni kepuasan dan merasakan manfaat setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Dokumentasi pengumpulan produk mobile learning matematika yang dikembangkan oleh guru juga dinilai baik dan menunjukkan keberhasilan pelatihan.
Triggering fourth graders’ informal knowledge of isometric transformation geometry through the exploration of Malay cloth motif
Febrian Febrian;
Sukma Adi Perdana
Journal of Educational Sciences Vol 2, No 1: January 2018
Publisher : Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.517 KB)
|
DOI: 10.31258/jes.2.1.p.26-36
Existing study revealed that the children have dynamics spatial sense on objects. One of important mathematics topics that can be related to the sense-triggering process is the isometric transformation geometry including reflection, translation, and rotation. This topic is introduced to the fourth and the fifth graders of elementary school. However, learning process in school tends to lack concern on this students’ readily-triggered ability. There is also insufficient number of hands-on activities experienced by the students. It is poor since the hands-on activities can facilitate students’ informal knowledge of isometric transformation geometry. Therefore, this two cycled design research aims to counter such situation. It was conducted at State Elementary School 001 of Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau by using RME approach. The subject of the study was the fourth graders. Malay cloth motif was used as the context of the study through the exploration activities. The results indicated that the activities could trigger students’ informal knowledge of: reflection, translation, rotation, constant factors, and transformation composition.